Sinyal Tersembunyi Penyakit Jantung pada Wanita: Kelelahan dan Cemas Bisa Jadi Alarm Tubuh

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Banyak orang mengira penyakit jantung selalu ditandai dengan nyeri dada hebat seperti yang sering terjadi pada pria. Namun fakta medis menunjukkan hal berbeda. Pada wanita, penyakit jantung sering muncul dengan gejala yang lebih samar dan sering disalahartikan sebagai masalah psikologis.

Dilansir dari Hindustan Times, seorang ahli kardiologi intervensi di Saifee Hospital, Mustafa Taskeen, mengungkapkan bahwa kecemasan kronis dan kelelahan yang tidak biasa dalam beberapa kasus dapat menjadi tanda awal gangguan jantung yang kerap tidak disadari, terutama pada wanita.

banner 719x1003

Gejala Jantung pada Wanita Sering Tidak Khas: Berbeda dengan pria, gejala penyakit jantung pada wanita sering tidak muncul sebagai nyeri dada yang tajam. Sebaliknya, tanda-tandanya bisa jauh lebih halus dan sering dianggap sebagai kelelahan biasa atau gangguan emosional.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain: Kelelahan berkepanjangan tanpa sebab jelas. Sesak napas. Ketidaknyamanan ringan di dada. Mual atau pusing.Gangguan tidur. Perasaan cemas atau gelisah yang muncul tiba-tiba

Menurut Dr. Taskeen, gejala-gejala tersebut bahkan bisa muncul berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sebelum terjadi gangguan jantung yang serius.

“Kelelahan yang terus-menerus, penurunan toleransi olahraga, gangguan tidur, sesak napas, atau rasa tidak nyaman yang samar dapat mendahului kejadian jantung,” jelasnya.

Kecemasan Bisa Berasal dari Masalah Jantung: Menariknya, kecemasan yang dialami sebagian wanita ternyata tidak selalu murni masalah psikologis. Dalam beberapa kasus, kecemasan justru merupakan respons tubuh terhadap perubahan pada fungsi jantung.

banner 484x341

Gejala seperti kelelahan ekstrem, sesak napas, dan ketidaknyamanan pada dada sering berkaitan dengan kondisi yang dikenal sebagai angina mikrovaskular, yaitu gangguan pada pembuluh darah kecil di jantung.

Akibatnya, banyak wanita yang salah didiagnosis mengalami gangguan kecemasan, padahal penyebab utamanya adalah masalah jantung yang belum terdeteksi.

Baca Juga :  Dandim 0824 Jember Tegaskan: Babinsa Serka Putu Menaka Wafat Akibat Serangan Jantung, Bukan Karena Miras

Risiko Lebih Tinggi Setelah Menopause: Gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita, terutama menjelang atau setelah masa menopause. Pada kondisi tersebut, arteri koroner kecil dapat mengalami gangguan fungsi meskipun arteri utama terlihat normal pada pemeriksaan medis seperti angiografi.

Dr. Taskeen juga menegaskan bahwa hubungan antara kecemasan dan penyakit jantung bersifat dua arah. Artinya, kecemasan dapat memengaruhi kesehatan jantung, dan gangguan jantung juga bisa memicu rasa cemas.

Karena gejalanya sering samar, banyak wanita mengabaikan tanda-tanda awal penyakit jantung. Padahal, mengenali perubahan kecil pada tubuh bisa menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Jika mengalami kelelahan yang tidak wajar, sesak napas tanpa sebab jelas, atau kecemasan yang muncul bersamaan dengan keluhan fisik, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan jantung.

Sebab terkadang, tubuh telah memberi peringatan lebih awal hanya saja kita sering tidak menyadarinya. Maka betapa pentingnya mengenali sinyal tubuh sendiri. (red/ria)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *