SUARASMR.NEWS – Banyak orang mengira penyakit jantung selalu ditandai dengan nyeri dada hebat seperti yang sering terjadi pada pria. Namun fakta medis menunjukkan hal berbeda. Pada wanita, penyakit jantung sering muncul dengan gejala yang lebih samar dan sering disalahartikan sebagai masalah psikologis.
Dilansir dari Hindustan Times, seorang ahli kardiologi intervensi di Saifee Hospital, Mustafa Taskeen, mengungkapkan bahwa kecemasan kronis dan kelelahan yang tidak biasa dalam beberapa kasus dapat menjadi tanda awal gangguan jantung yang kerap tidak disadari, terutama pada wanita.
Gejala Jantung pada Wanita Sering Tidak Khas: Berbeda dengan pria, gejala penyakit jantung pada wanita sering tidak muncul sebagai nyeri dada yang tajam. Sebaliknya, tanda-tandanya bisa jauh lebih halus dan sering dianggap sebagai kelelahan biasa atau gangguan emosional.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain: Kelelahan berkepanjangan tanpa sebab jelas. Sesak napas. Ketidaknyamanan ringan di dada. Mual atau pusing.Gangguan tidur. Perasaan cemas atau gelisah yang muncul tiba-tiba
Menurut Dr. Taskeen, gejala-gejala tersebut bahkan bisa muncul berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sebelum terjadi gangguan jantung yang serius.
“Kelelahan yang terus-menerus, penurunan toleransi olahraga, gangguan tidur, sesak napas, atau rasa tidak nyaman yang samar dapat mendahului kejadian jantung,” jelasnya.
Kecemasan Bisa Berasal dari Masalah Jantung: Menariknya, kecemasan yang dialami sebagian wanita ternyata tidak selalu murni masalah psikologis. Dalam beberapa kasus, kecemasan justru merupakan respons tubuh terhadap perubahan pada fungsi jantung.
Gejala seperti kelelahan ekstrem, sesak napas, dan ketidaknyamanan pada dada sering berkaitan dengan kondisi yang dikenal sebagai angina mikrovaskular, yaitu gangguan pada pembuluh darah kecil di jantung.
Akibatnya, banyak wanita yang salah didiagnosis mengalami gangguan kecemasan, padahal penyebab utamanya adalah masalah jantung yang belum terdeteksi.
Risiko Lebih Tinggi Setelah Menopause: Gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita, terutama menjelang atau setelah masa menopause. Pada kondisi tersebut, arteri koroner kecil dapat mengalami gangguan fungsi meskipun arteri utama terlihat normal pada pemeriksaan medis seperti angiografi.
Dr. Taskeen juga menegaskan bahwa hubungan antara kecemasan dan penyakit jantung bersifat dua arah. Artinya, kecemasan dapat memengaruhi kesehatan jantung, dan gangguan jantung juga bisa memicu rasa cemas.
Karena gejalanya sering samar, banyak wanita mengabaikan tanda-tanda awal penyakit jantung. Padahal, mengenali perubahan kecil pada tubuh bisa menjadi langkah penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Jika mengalami kelelahan yang tidak wajar, sesak napas tanpa sebab jelas, atau kecemasan yang muncul bersamaan dengan keluhan fisik, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan jantung.
Sebab terkadang, tubuh telah memberi peringatan lebih awal hanya saja kita sering tidak menyadarinya. Maka betapa pentingnya mengenali sinyal tubuh sendiri. (red/ria)












