SUARASMR.NEWS – Keputusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menurunkan status kesiapsiagaan dari Siaga 1 menjadi Siaga 3 menjelang Lebaran memicu perhatian publik.
Namun, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bentuk kelonggaran, melainkan strategi matang untuk menjaga keamanan nasional secara efektif dan efisien.
Menurut Dave, penyesuaian status siaga itu sangat tepat dan proporsional, karena kesiapsiagaan militer harus selalu mengikuti dinamika ancaman di lapangan.
Ia menegaskan bahwa keamanan negara tidak hanya diukur dari angka status siaga, tetapi dari kemampuan TNI merespons ancaman secara cepat, terukur, dan mematikan bila diperlukan.
“Kami menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar level angka. Yang terpenting adalah bagaimana TNI mampu merespons setiap potensi ancaman dengan cepat, terukur, dan efektif,” ujar Dave di Jakarta, Jumat.
Komisi I DPR pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah TNI yang tetap menjaga kewaspadaan tinggi tanpa mengerahkan kekuatan secara berlebihan.
Strategi ini dinilai membuat pasukan lebih fokus pada pengamanan yang benar-benar prioritas, terutama dalam menjaga stabilitas saat arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
Dave optimistis kebijakan tersebut menunjukkan bahwa TNI memiliki perhitungan matang dan tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan negara.
Dengan strategi yang terukur, TNI diyakini tetap menjadi garda terdepan pertahanan bangsa sekaligus penjamin rasa aman bagi masyarakat.
“Keputusan ini menunjukkan TNI bukan hanya sigap menghadapi ancaman, tetapi juga memberi optimisme bahwa keamanan nasional tetap terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan bahwa jajaran TNI AD kini menerapkan status Siaga 3, setelah sebelumnya berada pada Siaga 1 berdasarkan telegram Panglima TNI.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengamanan nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri, ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam di berbagai wilayah.
“Kita melaksanakan kegiatan Siaga 3 karena juga akan melaksanakan pengamanan Idul Fitri,” kata Donny saat ditemui awak media di Mabes TNI AD, Kamis (12/3/2026).
Meski status siaga diturunkan, TNI memastikan pasukan tetap siap bergerak kapan saja. Pengamanan Lebaran pun dipastikan berjalan ketat agar masyarakat dapat mudik, beribadah, dan merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman. (red/ria)












