Tahun 2026 Dibuka dengan Peringatan Keras: Gesture Sepele Bisa Hancurkan Wibawa dan Masa Depan Anda

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Memasuki tahun 2026, semangat meraih kesuksesan bergelora di tengah masyarakat. Resolusi ditulis, target dipancang, dan mimpi besar digaungkan.

Namun, di balik kerja keras dan niat kuat, ada “musuh senyap” yang kerap diabaikan yaitu bahasa tubuh. Gerakan kecil yang terlihat sepele justru bisa menjadi pembunuh wibawa, bahkan menggagalkan peluang emas.

banner 719x1003

Peringatan ini disampaikan oleh praktisi Personal Development sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Bawinda Lestari pada Rabu (07/01/2026).

“Mulut bisa saja berbohong, tapi tubuh Anda tidak. Tanpa sadar, gesture justru sering menjadi pengkhianat terbesar wibawa seseorang,” kata Bawinda menegaskan.

Menurutnya, banyak orang gagal membangun kesan positif bukan karena kurang pintar atau tidak kompeten, melainkan karena gesture yang salah kaprah saat berada di depan umum.

Salah satu kebiasaan fatal adalah menunduk dan menghindari kontak mata saat berbicara. Sikap ini bukan hanya mencerminkan rendahnya rasa percaya diri, tetapi juga dapat dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan.

“Di mata lawan bicara, itu terlihat tidak menghargai, tidak tertarik, bahkan terkesan meremehkan,” ujarnya.

banner 484x341

Bawinda menekankan pentingnya kontak mata yang tenang dan wajar sebagai simbol penghargaan dan kepercayaan diri.

Tak kalah berbahaya, kebiasaan menggaruk kepala atau wajah di depan umum juga dinilai merusak citra diri.

“Gesture ini menunjukkan keraguan sekaligus memberi kesan kurang menjaga kebersihan. Di ruang publik, ini bisa sangat mengganggu persepsi orang lain,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kebiasaan “kretek” ruas jari atau leher yang sering dilakukan tanpa sadar.

“Bukan cuma bikin ngilu orang lain, tapi menunjukkan pribadi yang tidak sabaran dan cenderung kasar. Kalau memang perlu, lakukan di ruang privat,” katanya tegas.

Baca Juga :  Posyandu Desa Gedangsewu, Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Melalui Partisipasi Masyarakat

Gerakan lain seperti menggoyangkan kaki, mengetuk meja, atau memainkan pulpen turut masuk daftar hitam gesture perusak wibawa.

“Itu tanda gelisah, tidak fokus, dan tidak punya kendali diri,” ujar Bawinda.

Tak berhenti di situ, pose berkacak pinggang juga diperingatkan sebagai gesture berbahaya karena memancarkan kesan arogan dan tertutup.

“Lebih baik posisikan tangan secara netral—di samping tubuh atau bertumpuk santai di depan. Tetap sopan, tetap berkelas,” sarannya.

Bawinda menegaskan, kesuksesan di tahun 2026 tidak hanya ditentukan oleh apa yang Anda katakan, tetapi juga oleh bagaimana tubuh Anda ‘berbicara’.

Kontrol diri, kesadaran gesture, dan sikap yang tepat di ruang publik adalah kunci membangun wibawa, kepercayaan, dan peluang.

“Interaksi yang sukses selalu berawal dari pengendalian diri. Siapa yang mampu menguasai gesture-nya, dialah yang selangkah lebih dekat pada kesuksesan,” pungkasnya. (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *