Teater ‘Bunga Penutup Abad’ Kembali Memukau, Hadirkan Perpaduan Sastra, Sejarah, dan Estetika Panggung

oleh -505 Dilihat
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Pementasan teater Bunga Penutup Abad kembali hadir pada 29–31 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan sajian yang memikat penonton lewat kekuatan visual, akting mendalam, dan kisah sarat makna.

Dalam preview pada Jumat, garapan Titimangsa ini memperlihatkan tata panggung, kostum, dan pencahayaan yang artistik, menghadirkan atmosfer nyaris sinematik namun tetap setia pada estetika teater.

banner 719x1003

Akting gemilang Happy Salma cs kian mempertegas daya tarik pertunjukan.
“Bahasa dalam teksnya baku, puitis, dan penuh makna,” ujar Happy Salma, yang juga menjadi produser sekaligus pemeran Nyai Ontosoroh, Jumat (29/8/2025).

Mengambil latar masa kolonial Belanda, Bunga Penutup Abad membawa penonton menelusuri sejarah lewat kisah Nyai Ontosoroh, Minke, dan Annelies. Narasi yang dibangun dalam bahasa Indonesia baku nan puitis menjadikan setiap dialog seperti alunan sastra lisan.

Lebih dari sekadar drama, pertunjukan ini menyelipkan tema sosial, politik, dan konflik kemanusiaan yang kompleks, yang perlahan terungkap melalui alur penuh kejutan. Penonton diajak merenung, menafsirkan simbol, dan menggali makna dari setiap gestur serta percakapan.

Kisah dimulai setelah Annelies dibawa ke Belanda oleh pengadilan kolonial. Nyai Ontosoroh, penuh kekhawatiran, mengutus Panji Darman (Robert Jan Dapperste) untuk mengikuti dan mengabarkan keadaan Annelies melalui surat-surat kepada dirinya dan Minke.

Dari surat itu, terbuka kembali nostalgia cinta, perjuangan, dan luka yang pernah mereka jalani. Pada akhirnya, Minke dan Nyai Ontosoroh menemukan arti perlawanan yang sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya.

banner 484x341

Pementasan kali ini menampilkan deretan aktor papan atas: Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, Andrew Trigg sebagai Jean Marais, dan Sajani Arifin sebagai May Marais.

Dengan kedalaman tema, kekuatan narasi, dan estetika panggung yang apik, Bunga Penutup Abad bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman imersif yang menggabungkan seni, sastra, dan sejarah Indonesia. (red/ria)

banner 336x280
Baca Juga :  Debby Lufiasita: Dari Melodi Menuju Kata, Menjelajahi Jiwa dalam Buku Puisi Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *