Tekanan Ibu Bekerja Lebih Berat dari Ayah? Psikolog Beberkan Faktanya

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Menjalani peran sebagai ibu sekaligus pekerja profesional bukan sekadar soal pandai membagi waktu. Lebih dari itu, keseimbangan hidup ibu bekerja sangat ditentukan oleh kuatnya dukungan keluarga, pembagian peran yang adil, serta kualitas interaksi dengan anak.

Psikolog Cecilia Helmina E., M.Psi., Psikolog, yang berpraktik di RS Mitra Keluarga, mengungkapkan tantangan utama ibu bekerja terletak pada tekanan untuk menjalankan dua peran besar secara optimal di rumah dan di tempat kerja dalam waktu yang bersamaan.

banner 719x1003

“Tekanan yang dirasakan ibu bekerja kerap lebih besar dibandingkan ayah, terutama karena tuntutan emosional yang tinggi dalam memastikan pekerjaan dan pengasuhan berjalan seimbang,” ujar Cecilia dalam keterangan resmi Unicharm, Selasa (30/12/2025).

Sejumlah studi, kata Cecilia, menunjukkan bahwa ibu cenderung memikul beban emosional lebih besar. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya keberanian untuk meminta bantuan, baik kepada pasangan, anggota keluarga lain, maupun tenaga profesional, agar pekerjaan rumah tangga tidak hanya bertumpu pada satu pihak.

Menurutnya, pembagian peran yang jelas dan adil menjadi fondasi penting bagi kesehatan mental ibu bekerja.

Tak kalah krusial, Cecilia menyoroti kualitas interaksi ibu dan anak. Ia menegaskan bahwa kehadiran yang utuh jauh lebih bermakna dibandingkan lamanya waktu kebersamaan.

“Kualitas interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama ibu bersama anak, melainkan bagaimana kehadiran itu dirasakan. Misalnya, dengan berbincang saat makan bersama atau menemani anak sebelum tidur,” jelasnya.

banner 484x341

Ia juga menyarankan agar ibu bekerja membatasi urusan kantor ketika berada di rumah demi menjaga ruang kebersamaan keluarga tetap hangat dan berkualitas.

Fenomena ibu bekerja sendiri terus meningkat seiring berkembangnya peran perempuan di berbagai sektor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat tenaga profesional perempuan di Indonesia telah mencapai 50 persen, meningkat sekitar dua persen dibandingkan tahun 2020.

Baca Juga :  Gunung Budeg: Pesona Alam Tulungagung yang Menyimpan Legenda Cinta dan Kutukan

Sejalan dengan tren tersebut, dunia usaha pun mulai memperkuat dukungan bagi ibu bekerja. PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm), misalnya, menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah perempuan melalui berbagai program pengembangan kompetensi dan kepemimpinan.

Direktur Unicharm Sri Haryani menyampaikan perusahaan menyediakan pelatihan terstruktur yang mencakup pengembangan soft skill, hard skill, hingga kepemimpinan bagi karyawati, termasuk ibu bekerja.

“Unicharm percaya setiap individu memiliki potensi yang tidak terbatas. Karena itu, kami membuka ruang belajar dan kesempatan agar karyawati dapat berkembang serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Komitmen ini menjadi bagian dari dukungan Unicharm terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 5 tentang kesetaraan gender, sekaligus perwujudan nilai perusahaan Love Your Possibilities.

Dengan dukungan lingkungan kerja yang inklusif serta sistem pendukung yang kuat di rumah, Cecilia menilai ibu bekerja memiliki peluang besar untuk menjalani peran ganda secara sehat, seimbang, dan berkelanjutan. (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *