SUARASMR.NEWS – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai mempersiapkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak, bersama tim survei melakukan kunjungan lapangan sekaligus koordinasi untuk menentukan calon lokasi dan calon lahan pembangunan KNMP.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 26 Januari 2026 di Desa Besole, Kecamatan Besuki, dan dilanjutkan 27 Januari 2026 di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung. Kedua lokasi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan kampung nelayan terpadu.
“Pertemuan bersama tim survei dan koordinasi usulan calon lokasi berjalan lancar. Kami memastikan proses ini sesuai dengan rencana pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Robinson, Selasa (10/3/2026) di ruang kerjanya.
Robinson menjelaskan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di kawasan pesisir Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Program KNMP diharapkan mampu memperkuat infrastruktur perikanan serta mempermudah aktivitas nelayan, mulai dari melaut hingga pengelolaan hasil tangkapan.
Dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai, aktivitas perikanan diyakini dapat berjalan lebih efisien dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.
“Program ini memiliki potensi besar karena wilayah pesisir Tulungagung memiliki sumber daya kelautan yang luas. Dengan pembangunan KNMP, aktivitas nelayan akan lebih efisien dan terintegrasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas Robinson.
Lebih lanjut, Robinson menuturkan bahwa proses penetapan lokasi pembangunan KNMP tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah akan melakukan asesmen menyeluruh, mulai dari kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan hingga potensi usaha perikanan di wilayah tersebut.
Kajian ini menjadi dasar penting untuk memastikan pembangunan kampung nelayan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Identifikasi dan penetapan lokasi akan melihat berbagai aspek, mulai dari kondisi sosial ekonomi masyarakat hingga potensi usaha perikanan. Hal ini menjadi pondasi utama agar pembangunan KNMP benar-benar berhasil dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan wilayah pesisir Tulungagung dapat berkembang menjadi sentra perikanan yang modern, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para nelayan secara berkelanjutan. (red/aden)












