SUARASMR.NEWS – Aksi keji mengguncang dunia aktivisme hak asasi manusia di Indonesia. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan brutal penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) yang menyebabkan luka serius di sejumlah bagian tubuhnya.
Insiden mengerikan ini terjadi sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Podcast yang mengangkat tema panas “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” tersebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB, sebelum akhirnya tragedi mengerikan itu terjadi.
Serangan tersebut membuat Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata. Kondisi korban langsung mengundang kepanikan dan ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Korban mengalami luka bakar hingga 24 persen di tubuhnya, sebuah tingkat cedera yang tergolong berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Banyak pihak menilai serangan ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan dugaan upaya teror untuk membungkam suara kritis pembela hak asasi manusia yang selama ini vokal menyuarakan keadilan.
Kasus ini juga menyinggung perlindungan terhadap pembela HAM sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, serta mekanisme perlindungan yang diatur oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui peraturan perlindungan terhadap pembela HAM.
Peristiwa ini kini menjadi sorotan serius berbagai kalangan, mulai dari aktivis, lembaga hukum, hingga masyarakat sipil. Desakan pun menguat agar aparat kepolisian segera mengungkap pelaku, motif, dan jaringan di balik aksi keji tersebut.
Pihak kepolisian disebut telah langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku yang hingga kini masih misterius.
Serangan air keras dikenal sebagai salah satu bentuk kekerasan yang sangat berbahaya. Selain menyebabkan luka permanen, tindakan ini juga berpotensi mengancam nyawa korban.
Publik kini menunggu langkah tegas aparat. Siapa dalang di balik teror terhadap aktivis HAM ini? Dan apakah serangan ini benar-benar bagian dari upaya membungkam suara kritis di negeri ini?
Kasus ini pun menjadi ujian besar bagi penegakan hukum dan perlindungan terhadap para pembela hak asasi manusia di Indonesia. (red/ria)












