Waspada Saat Lebaran! Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Makan Berlebihan Setelah Puasa Ramadhan

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Peralihan dari masa berpuasa selama Ramadhan, kesan menuju momen makan besar saat Lebaran ternyata bisa menjadi ancaman bagi kesehatan jika tidak dikelola dengan bijak.

Ahli gizi yang juga anggota Herbalife Nutrition Advisory Board, Rimbawan, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung kembali pada pola makan berlebihan setelah sebulan berpuasa.

banner 719x1003

Menurut Prof. Rimbawan, kebiasaan “balas dendam” saat Lebaran dengan menyantap makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam—dapat memberikan tekanan besar pada sistem pencernaan yang selama Ramadan beradaptasi dengan pola makan terbatas.

“Peralihan dari berpuasa ke bersantap bisa menjadi tantangan bagi kesehatan. Banyak orang langsung kembali ke kebiasaan makan lama, bahkan berlebihan,” ujar Rimbawan dalam keterangan yang diterima suarasmr.news, Selasa (17/3/2026).

Risiko Gangguan Pencernaan hingga Penyakit Kronis: Rimbawan menjelaskan, setelah sekitar satu bulan menjalani puasa, sistem pencernaan belum tentu siap memproses makanan berat secara mendadak.

Jika pola makan tidak dijaga, kondisi ini bisa memicu gangguan pencernaan seperti diare hingga meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Beberapa penyakit yang berpotensi muncul antara lain Obesitas, Hipertensi, hingga Penyakit Jantung. Bahkan, perubahan pola makan yang drastis juga dapat meningkatkan risiko Diabetes, terutama jika selama libur Lebaran masyarakat cenderung makan berlebihan.

banner 484x341

Terapkan Pola Makan Seimbang: Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat disarankan kembali ke pola makan secara bertahap dengan memperbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang.

Menu sehat idealnya mencakup: Sayur dan buah. Karbohidrat secukupnya. Lemak sehat. Protein berkualitas

Rimbawan menekankan bahwa protein berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, mengontrol nafsu makan, serta menjaga kesehatan otot.

Tetap Aktif dan Jaga Gaya Hidup: Selain mengatur pola makan, masyarakat juga dianjurkan tetap aktif secara fisik selama masa Lebaran. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau olahraga ringan dapat membantu menjaga metabolisme tubuh.

Baca Juga :  Kurang Tidur 6 Jam? Otak Bisa “Drop” Ahli Neurologi Buka Fakta Mengejutkan

Tak kalah penting, menjaga hidrasi tubuh, tidur cukup, dan mengelola stres juga menjadi kunci menjaga kesehatan. Nutrisi seperti asam lemak omega-3, vitamin D, antioksidan, serta protein yang mengandung triptofan dinilai dapat membantu menjaga kesehatan fisik sekaligus mental.

Cara Bijak Menolak Hidangan Lebaran:Salah satu tantangan saat Lebaran adalah sulitnya menolak hidangan yang disajikan kerabat, yang umumnya tinggi lemak dan gula.

Rimbawan menyarankan masyarakat menyampaikan secara sopan bahwa mereka sedang menjaga kesehatan, atau memilih buah dan makanan yang lebih ringan jika tersedia.

“Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Dengan begitu, kualitas hidup tetap terjaga dan kita bisa tetap produktif,” kata Rimbawan. (red/niluh)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *