Zulhas Pastikan MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Menu Kering Disiapkan untuk Buka Puasa

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap bergulir selama bulan suci Ramadhan. Penegasan itu disampaikan oleh Zulkifli Hasan saat berada di Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Menurut Zulhas, mekanisme distribusi makanan akan disesuaikan dengan kondisi puasa. Menu yang diberikan tidak lagi berupa makanan basah yang cepat basi, melainkan paket makanan kering yang praktis dan tahan lama untuk dibawa pulang sebagai bekal berbuka.

banner 719x1003

“Bulan puasa, bagi yang berpuasa, dikasih makan kering. Contohnya telur rebus, roti, kurma, kacang, buah, susu. Bisa dimakan kapan saja saat berbuka,” tegasnya.

Menu Kering, Tetap Bergizi dan Higienis: Paket MBG selama Ramadhan dirancang tetap memenuhi standar gizi, meski dalam bentuk kering.

Kombinasi menu disiapkan variatif setiap hari agar siswa tidak bosan. Mulai dari roti, telur rebus, buah segar, abon, hingga susu menjadi bagian dari sajian yang bisa langsung dikonsumsi saat azan magrib berkumandang.

Kebijakan ini sekaligus menjawab kekhawatiran soal kualitas makanan selama puasa, karena makanan kering dinilai lebih aman dan fleksibel.

Santri Tetap Dapat Makanan Siap Santap: Untuk para santri di pondok pesantren, skema berbeda diterapkan. Makanan tetap disajikan dalam bentuk siap santap, namun waktu pembagiannya digeser mendekati waktu berbuka puasa.

banner 484x341

“Yang Ponpes digeser. Biasanya makan siang, sekarang diberikan saat buka. Waktunya saja yang berubah,” jelas Zulhas.

Kebijakan ini memastikan para santri tetap mendapatkan asupan gizi optimal tanpa mengganggu ibadah puasa mereka.

Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Tetap Seperti Biasa: Sementara itu, kelompok 3B ibu menyusui (Busui), ibu hamil (Bumil), dan balita non-PAUD tetap menerima makanan seperti biasa, khususnya bagi yang tidak berpuasa.

Zulhas menegaskan tidak ada perubahan mekanisme untuk kelompok ini, termasuk bagi ibu hamil non-muslim. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak selama Ramadan.

Baca Juga :  Misteri Tiga Pemuda Hilang Usai Demo Agustus, Yusril Desak Polri Bergerak Cepat!

Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menerapkan sistem paket kering adalah Dapur MBG Nikmat Barokah di Surabaya. Pengelola sekaligus penanggung jawab, Yayuk Eko Agustin Wahyuni, menjelaskan bahwa setiap hari menu dikombinasikan berbeda.

“Ramadhan menggunakan paket kering, pakai roti, telur, buah, kemudian pakai abon. Pilihannya banyak,” ujarnya.

Dapur ini menyuplai sekitar 4.000 porsi makanan untuk sekolah-sekolah di wilayah Kedung Baruk dan sekitarnya. Tak hanya memastikan gizi siswa terpenuhi, dapur ini juga memberdayakan 47 warga sekitar dan korban PHK, mulai dari koki hingga staf dapur.

MBG Tetap Mengalir di Bulan Penuh Berkah: Keputusan mempertahankan Program MBG selama Ramadhan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memastikan tidak ada anak yang kekurangan asupan gizi, bahkan di tengah ibadah puasa.

Dengan penyesuaian menu dan waktu distribusi, MBG bukan hanya tetap berjalan tetapi juga beradaptasi demi menjaga kualitas gizi generasi masa depan Indonesia (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *