SUARASMR.NEWS – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya kasus keracunan massal anak di berbagai daerah.
Desakan ini menguat setelah 301 siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, diduga keracunan usai menyantap hidangan MBG pada Senin (22/9/2025).
“Kasus keracunan anak terus meningkat, bukan menurun. Bagi kami, satu anak saja sudah darurat, apalagi ratusan,” tegas Wakil Ketua KPAI Jasra Putra di Jakarta, Selasa (23/9/2035).
Ia menilai tubuh anak jauh lebih rentan dibanding orang dewasa, sehingga kesalahan kecil dalam pengolahan makanan dapat berakibat fatal.
“Anak-anak sulit mengungkapkan kondisi kesehatannya, apalagi bila orang tua kurang peka,”tambah Jasra Putra menegaskan.
Menanggapi insiden tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah untuk keperluan investigasi.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui ada kesalahan teknis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipongkor yang baru beroperasi.
“Seharusnya uji coba dilakukan bertahap, mulai dari dua atau tiga sekolah, bukan langsung masak dalam jumlah besar,” ujar Dadan.
Ia menegaskan evaluasi ketat akan dilakukan agar tragedi serupa tidak terulang dan program MBG tetap bisa menjadi solusi pemenuhan gizi anak, bukan ancaman kesehatan. (red/hil)












