SUARASMR.NEWS – Bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah musim semi bagi jiwa-jiwa yang rindu ampunan, waktu emas bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri.
Ramadhan adalah bulan di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan, bulan yang dipenuhi dengan ampunan, dan bulan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami keistimewaan bulan ini agar dapat mengisinya dengan ibadah yang maksimal.
Berikut 10 amalan sunah yang bisa menjadi bekal meraih Ramadhan penuh keberkahan:
1. Mengakhirkan Sahur, Awali Hari dengan Berkah: Sahur bukan sekadar makan sebelum puasa, tetapi sunah yang penuh keberkahan. Waktu terbaik adalah menjelang imsak atau di akhir malam.
Rasulullah SAW bersabda: “Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.”
2. Menyegerakan Berbuka, Tanda Ketaatan: Saat azan Magrib berkumandang, dianjurkan untuk segera berbuka tanpa menunda. Kurma menjadi pilihan utama sesuai sunah, namun air putih pun cukup bila tidak tersedia. Maknanya bukan sekadar makan, tetapi bentuk kepatuhan terhadap waktu yang telah ditetapkan Allah.
3. Membaca Doa Saat Berbuka; Sebelum menyentuh hidangan, panjatkan doa sebagai wujud syukur dan harapan agar puasa diterima. Momen berbuka adalah waktu mustajab untuk berdoa jangan sampai terlewat.
4. Mandi Besar Sebelum Fajar: Bagi yang memiliki hadas besar seperti junub, haid, atau nifas, disunahkan mandi sebelum fajar agar dapat memulai puasa dalam keadaan suci dan lebih khusyuk beribadah.
5. Menjaga Lisan, Menjaga Pahala: Puasa bukan hanya soal fisik, tetapi juga pengendalian diri. Perkataan sia-sia, gibah, atau amarah dapat mengurangi pahala puasa. Ramadan adalah latihan menjaga hati dan ucapan.
6. Menjauhi Sikap Berlebihan: Hikmah puasa adalah melatih kesederhanaan dan empati. Hindari berbuka secara berlebihan atau mengikuti hawa nafsu. Ramadan bukan bulan “balas dendam” makan, melainkan bulan pengendalian diri.
7. Memperbanyak Sedekah, Tabur Kebaikan: Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan luar biasa. Memberi makanan berbuka kepada orang lain bahkan mendatangkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Inilah saat terbaik untuk berbagi.
8. I’tikaf di Sepuluh Hari Terakhir; Memasuki penghujung Ramadan, umat Islam dianjurkan memperbanyak i’tikaf di masjid. Sepuluh malam terakhir diyakini menyimpan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Momentum ini menjadi kesempatan emas mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah.
9. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an: Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Membaca, memahami, dan mentadabburi ayat-ayatnya menjadi amalan utama. Banyak ulama menganjurkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu kali selama Ramadhan.
10. Istikamah, Kunci Keberlanjutan: Ramadhan sejatinya adalah madrasah ruhani. Amalan yang telah dibiasakan selama bulan suci sebaiknya tetap dilanjutkan setelahnya.
Karena keberhasilan Ramadhan bukan hanya terasa saat Idulfitri, tetapi terlihat dalam perubahan diri setelahnya. Ramadan adalah kesempatan yang belum tentu terulang. Setiap detik di dalamnya adalah peluang pahala.
Maka jangan hanya menjalani Ramadhan, tetapi hidupkan ia dengan amal terbaik. Semoga Ramadhan kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan titik balik menuju pribadi yang lebih dekat dengan Allah SWT. (red/akha)












