SUARASMR.NEWS – Ramadhan 1447 Hijriah tak sekadar menjadi bulan ibadah bagi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Di tengah kesibukan meliput dinamika politik di Kompleks Parlemen, para jurnalis ini memilih menyalakan lentera kepedulian.
Bertempat di Aula Masjid Baiturahman, Kompleks Parlemen, Jakarta, KWP menggelar santunan dan buka puasa bersama anak-anak yatim piatu, Jumat (27/2/2026).
Suasana yang biasanya diwarnai diskusi politik dan perdebatan kebijakan, sore itu berubah menjadi ruang hangat penuh doa dan senyum.
Ketua KWP Ariawan menegaskan, kegiatan sosial ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tradisi kebaikan yang telah memasuki tahun keempat.
“Wartawan bukan hanya menyajikan informasi yang akurat dan benar, tapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu,” ujar Ariawan.
Menurutnya, jurnalis tidak boleh terkurung di balik meja redaksi. Mereka harus hadir dan menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan.
Apresiasi pun datang dari Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Demokrat, Herman Khaeron. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan hanya ajaran agama, tetapi juga amanat konstitusi.
Mengutip Undang-Undang Dasar 1945, Herman mengingatkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
“Selagi kita masih bisa berbagi, jangan pernah berhenti peduli. Dalam perspektif agama dan konstitusi, kegiatan seperti ini adalah wujud tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu juga menilai konsistensi KWP sebagai bukti bahwa media bukan sekadar pengawas kekuasaan, tetapi juga mitra strategis dalam membangun empati sosial.
“Tanpa media, berbagai kegiatan DPR tidak akan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Media adalah perpanjangan dari kerja-kerja politik kami,” tambahnya.
Aksi sosial ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Yayasan Astra.
Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa semangat Ramadhan mampu menyatukan banyak pihak media, legislatif, dan dunia usaha dalam satu tujuan: menebar kebermanfaatan.
Melalui kegiatan ini, KWP menegaskan bahwa peran jurnalis tidak berhenti pada ruang redaksi dan ruang sidang. Di bulan suci ini, mereka memilih menjadi jembatan kasih, menghadirkan harapan, dan membuktikan bahwa di jantung demokrasi, kepedulian tetap berdenyut kuat. (red/ria)












