SUARASMR.NEWS – Ketegangan global kembali memanas. Aliansi kuat antara Amerika Serikat dan Israel kini dikabarkan mulai retak di tengah upaya mengakhiri perang berdarah melawan Iran.
Laporan mengejutkan dari KAN pada Kamis (26/3/206) mengungkap adanya perbedaan tajam yang bisa mengubah arah konflik.
Tiga Bom Waktu yang Picu Ketegangan: Perselisihan bukan sekadar beda pendapat biasa. Ini menyangkut isu krusial yang bisa menentukan masa depan Timur Tengah:
Program rudal balistik Iran yang masih jadi ancaman serius. Nasib uranium yang telah diperkaya, apakah akan diserahkan ke Badan Energi Atom Internasional. Rencana pelonggaran sanksi ekonomi yang bisa menghidupkan kembali kekuatan Iran
Proposal Rahasia AS Jalan Damai atau Jebakan? : Washington disebut telah melayangkan proposal 15 poin kepada Iran bahkan dikirim diam-diam lewat Pakistan.
Tak hanya itu, AS juga mempertimbangkan gencatan senjata sementara selama satu bulan sebagai pintu masuk negosiasi.
Namun, Iran tak tinggal diam. Iran Balas: “Hentikan Semua, atau Tidak Ada Damai!” Melalui laporan kantor berita Tasnim, seorang pejabat Iran mengungkap respons keras Teheran:
Penghentian total serangan dan pembunuhan di semua front. Jaminan tak ada perang lagi di masa depan. Kompensasi atas kerugian perang. Pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz. Tuntutan ini dinilai sangat berat bahkan oleh Israel sendiri
Sumber politik di Israel menyebut Iran kini berbicara dengan nada “fase akhir perang,” namun tetap mengajukan syarat besar.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa Donald Trump akan mendorong gencatan senjata demi membuka ruang negosiasi, langkah yang belum tentu disetujui Tel Aviv.
Perang Belum Reda, Korban Terus Berjatuhan: Sejak 28 Februari, serangan udara gabungan AS–Israel ke Iran telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan pertemuan resmi antara AS dan Iran akan digelar. Namun satu hal jelas, perpecahan di antara sekutu bisa jadi lebih berbahaya daripada musuh itu sendiri.
Apakah ini awal dari perdamaian atau justru ledakan konflik yang lebih besar? (red/akha)












