SUARASMR.NEWS – Tak banyak anak SD yang bisa membanggakan diri sebagai pemeran film, apalagi ikut terlibat dalam proses produksinya. Tapi Qonita Indah Nur Absari, atau yang akrab disapa Sari, membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk berkarya.
Siswi SD Muhammadiyah 20 Surabaya ini menjadi salah satu pemeran utama dalam film pendek bertajuk Nyanyian Lautan sebuah karya yang lahir dari semangat anak-anak untuk bercerita, bermimpi, dan menjaga lingkungan.
Sari mulai terlibat ketika mengikuti kelas akting. Menjelang Hari Anak Nasional, kelas tersebut sepakat membuat proyek film pendek yang menggambarkan kehidupan sehari-hari anak-anak bermain bersama teman, menjaga alam, dan merangkai mimpi masa depan.
“Film ini mengangkat kecintaan anak terhadap laut. Latar pengambilan gambar dilakukan di Pantai Kenjeran, Surabaya, dan diproduksi oleh CV Studio Perak,” ujar Sari penuh semangat.
Dalam film Nyanyian Lautan, Sari memerankan tokoh Lintang salah satu dari empat sahabat yang tumbuh bersama di pesisir.
Laut menjadi saksi bisu perjalanan mereka: tempat bermain, berbagi impian, hingga akhirnya harus berpisah karena kelulusan sekolah.
Film ini menyisipkan pesan tentang arti persahabatan, pentingnya merawat lingkungan, dan bagaimana mimpi dapat lahir dari pengalaman sederhana masa kecil. Proses syuting yang dimulai sekitar tiga minggu lalu bukan tanpa tantangan.
“Kami semua anak-anak, jadi kadang ada konflik kecil, susah atur jadwal, dan ini pengalaman baru buat sebagian besar dari kami. Tapi karena kompak, akhirnya semua bisa diselesaikan dengan baik,” kenang Sari.
Film ini kini telah memasuki tahap penyuntingan dan dijadwalkan tayang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Kehadirannya menjadi angin segar di tengah minimnya film bertema anak-anak yang diproduksi di Indonesia.
“Pesan yang ingin disampaikan adalah tentang cinta pada laut. Tokoh Lintang bahkan bercita-cita menjadi anggota TNI Angkatan Laut karena begitu mencintai lautan,” tutur Sari.
Ia juga mengajak teman-teman sebayanya untuk terus mengeksplorasi minat dan bakat, serta menggunakan teknologi secara bijak.
“Cari tahu apa yang kamu suka. Kalau sudah ketemu, asah terus. Ikut kelas, cari dukungan, dan jangan takut bermimpi besar. Anak-anak itu harus dikasih ruang, kesempatan, dan kepercayaan,” katanya.
Melalui Nyanyian Lautan, Sari dan teman-temannya menunjukkan bahwa anak-anak pun bisa berkarya, menyuarakan pesan positif, dan menjadi inspirasi bagi sesama. (red/akha)