Waspada ‘Wabah Penyakit Pes’ Berpotensi Bangkit di Indonesia, BRIN Ungkap Ancaman Tersembunyi

oleh
banner 728x90

SUARASMR.NEWS – Indonesia kembali dihadapkan pada ancaman serius yang nyaris terlupakan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan peringatan mengejutkan: penyakit pes atau “Black Death” berpotensi muncul kembali.

Meski lebih dari satu dekade tak ditemukan kasus pada manusia, para peneliti mengungkap adanya fenomena mengkhawatirkan bernama silent period masa “tenang” yang justru bisa menjadi bom waktu bagi kebangkitan wabah mematikan.

banner 719x1003

Peneliti BRIN, Ristiyanto, menegaskan bahwa kondisi ini bukan berarti aman. “Penyakit bisa tidak terdeteksi lama, tapi masih ada dan berpotensi muncul kembali,” ujar Ristiyanto, Senin (13/4/206)

Fakta yang lebih mencemaskan: Bakteri penyebab pes, Yersinia pestis, masih ditemukan.Vektor penular seperti pinjal (kutu) dan tikus masih hidup di berbagai wilayah.

Artinya, rantai penularan belum benar-benar putus. Lingkungan Rusak, Risiko Meningkat. Perubahan lingkungan menjadi pemicu utama: Deforestasi. Alih fungsi lahan. Ledakan jumlah penduduk.

Semua ini membuat habitat tikus semakin dekat dengan manusia.Dampaknya: penyakit lebih mudah menular melalui gigitan pinjal. Perubahan Iklim Perparah Situasi

Peneliti BRIN lainnya, Muhammad Choirul Hidajat, mengungkap bahwa perubahan iklim ikut memperburuk keadaan.

banner 719x1003

“Populasi pinjal meningkat, interaksi manusia dengan vektor makin tinggi, ini kombinasi berbahaya,” jelasnya.

Meski belum ada kasus baru, sejumlah daerah di Pulau Jawa masih masuk kategori fokus waspada, seperti: Pasuruan. Boyolali. Sleman. Bandung.

Artinya: ancaman belum hilang, hanya “diam menunggu waktu”. Para ahli mengingatkan, bahwa tidak adanya kasus bukan berarti penyakit sudah punah.

Langkah antisipasi yang disarankan: Penguatan surveilans (manusia, hewan, dan vektor). Peningkatan sanitasi lingkungan. Pemantauan wilayah bekas endemis

Ancaman wabah pes di Indonesia bukan sekadar cerita masa lalu. Ia bisa kembali kapan saja jika diabaikan. “Yang terlihat tenang, belum tentu aman.” Masyarakat diminta tetap waspada, karena musuh yang tidak terlihat seringkali paling berbahaya. (red/hil)

banner 719x1003
Baca Juga :  Optimisme SBY Terhadap Demokrasi Indonesia di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *