SUARASMR.NEWS – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melontarkan peringatan keras yang mengguncang dunia: tak ada satu pun pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman yang akan benar-benar aman!
Pernyataan menggelegar itu muncul setelah Amerika Serikat secara resmi memberlakukan blokade lalu lintas kapal menuju dan dari pelabuhan Iran melalui jalur strategis Selat Hormuz—urat nadi perdagangan energi global.
Disiarkan melalui televisi pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), IRGC menegaskan sikap tanpa kompromi: “Keamanan harus berlaku untuk semua, atau tidak sama sekali.”
Ancaman ini bukan sekadar retorika. Iran menyatakan siap menggunakan kekuatan militernya demi mempertahankan hak kedaulatan, termasuk mengontrol penuh perairan teritorialnya.
Bahkan, IRGC memperingatkan bahwa kapal-kapal yang dianggap berafiliasi dengan “musuh” akan langsung dicekal melintasi Selat Hormuz—jalur yang dilalui hampir sepertiga pasokan minyak dunia.
Lebih jauh, Iran mengisyaratkan langkah permanen: pengendalian penuh Selat Hormuz akan tetap diberlakukan, bahkan setelah konflik berakhir.
Sebuah sinyal kuat bahwa krisis ini bisa berdampak panjang dan mendalam terhadap stabilitas global.
Tak kalah keras, IRGC menyebut kebijakan blokade oleh Amerika Serikat sebagai tindakan ilegal yang “setara dengan pembajakan di laut internasional.”
Sebelumnya, Washington mengumumkan blokade mulai berlaku Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB), menyusul kegagalan perundingan panas antara kedua negara yang digelar di Islamabad, Pakistan.
Kini, dunia menahan napas. Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital energi dunia terancam berubah menjadi titik konflik paling berbahaya di planet ini.
Jika situasi terus memanas, dampaknya bisa menjalar ke harga minyak global, stabilitas ekonomi, hingga keamanan internasional. (red/ria)











