Rocky Gerung Semprot Purbaya Yudhi Sadewa: Cuma Kasir Negara, Bukan Penggerak Ekonomi

oleh

SUARASMR.NEWS – Ketegangan panas antara pengamat politik Rocky Gerung dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memantik sorotan publik.

Dalam pernyataan yang langsung mengundang perdebatan, Rocky melontarkan sindiran tajam dengan menyebut Purbaya tak lebih dari “kasir negara” yang hanya mengatur arus uang, bukan pencipta pertumbuhan ekonomi nasional.

banner 720x1000

Pernyataan keras itu disampaikan Rocky melalui kanal YouTube milik Mardani Ali Sera pada Rabu (17/9/2025), sebagai respons atas komentar Purbaya dalam forum “Great Lecture: Transformasi Ekonomi Nasional menuju Pertumbuhan 8 Persen” di Hotel Bidakara, Jakarta.

Sebelumnya, Purbaya membela pemerintahan Joko Widodo dan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pascapandemi tidak lepas dari campur tangan langsung presiden. Bahkan, dengan nada santai namun menyindir, ia meminta Rocky untuk belajar ekonomi lagi.

Namun komentar itu justru dibalas lebih tajam oleh Rocky. Menurutnya, pemikiran ekonomi yang disampaikan Purbaya hanyalah pengulangan teori monetaris ala Milton Friedman yang fokus pada pengaturan uang beredar semata.

“Purbaya itu fungsinya setara kasir. Ia hanya mengatur hasil pertumbuhan, bukan sumber pertumbuhan itu sendiri,” tegas Rocky.

Rocky menilai sumber utama pertumbuhan ekonomi sejatinya berada di tangan kementerian teknis seperti sektor industri, perdagangan, hingga pertanian.

Namun, ia menyindir sektor-sektor tersebut kini justru dikendalikan elite politik yang ia sebut sebagai “copet politik”.

Sindiran itu makin panas ketika Rocky menyinggung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang terus digaungkan pemerintah.

Rocky juga menyebut target tersebut hanya sebatas retorika jika struktur politik dan tata kelola ekonomi tidak dibenahi secara serius.

“Kita bisa bicara suplai uang, tapi demand siapa yang menciptakan? Kalau tetap dikendalikan politisi, hasilnya hanya mimpi kosong,” katanya.

Pernyataan Rocky langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian publik menilai kritik tersebut sebagai tamparan keras terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Misteri Tiga Pemuda Hilang Usai Demo Agustus, Yusril Desak Polri Bergerak Cepat!

Sementara lainnya menganggap ucapan Rocky terlalu provokatif dan menyederhanakan peran kementerian keuangan dalam menjaga stabilitas negara.

Perang wacana antara Rocky dan Purbaya pun diprediksi belum akan mereda, terlebih isu pertumbuhan ekonomi 8 persen kini menjadi salah satu agenda besar pemerintah menuju Indonesia Emas. (red/ria)

banner 930x110

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *