SUARASMR.NEWS – Seorang jurnalis media online Corong Kasus bernama Manto harus menjalani perawatan intensif setelah diduga menjadi korban kekerasan saat operasi penyakit masyarakat di Desa Lemedak, Kecamatan Semitau, Kamis malam (6/5/2026) lalu.
Insiden itu terjadi ketika aparat gabungan melakukan penggerebekan di sebuah warung kopi yang diduga menjadi lokasi aktivitas perjudian. Namun, menurut pengakuan korban, dirinya berada di lokasi hanya untuk menagih utang pribadi dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun.
Situasi di lapangan disebut berlangsung tegang. Manto mengaku sempat berusaha menjauh saat proses penindakan berlangsung, tetapi justru mengalami tindakan yang membuatnya menderita luka cukup parah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami robekan serius di bagian bibir hingga harus menerima 15 jahitan, lebam di kepala, serta dugaan patah tulang pada bahu kiri. Kondisi tersebut membuat Manto harus mendapatkan penanganan medis intensif.
Sorotan keras datang dari kalangan hukum. Pengacara yang juga sebagai pemerhati hukum , Erles Rareral, menegaskan dugaan kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dianggap sepele dan harus diusut tuntas sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Pers dilindungi undang-undang dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Setiap dugaan pelanggaran prosedur wajib diproses sesuai hukum,” tegas Erles dalam keterangannya yang diterima suarasmr.news, Rabu (13/5/2026) sore.
Menurut Erles Rareral, aparat penegak hukum tetap wajib mengedepankan prosedur dan prinsip profesionalitas saat menjalankan operasi di lapangan.
Ia menilai dugaan tindakan berlebihan terhadap seorang jurnalis berpotensi mencederai kebebasan pers sekaligus menimbulkan ketakutan di kalangan pekerja media.
Sementara itu, keluarga korban mengaku telah berupaya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun proses pelaporan disebut masih terkendala persoalan administrasi.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun dugaan penggunaan kekuatan dalam operasi tersebut.
Keluarga korban memastikan akan terus menempuh jalur hukum demi mencari keadilan atas insiden yang dialami Manto. (red/akha)











