SUARASMR.NEWS – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyeret namanya dalam polemik dengan Habib Rizieq Shihab.
Dengan nada tegas, Dudung memastikan bahwa secara pribadi dirinya sudah tidak memiliki persoalan apa pun dengan Rizieq. Ia menepis keras tudingan yang menyebut dirinya berada di balik narasi tertentu yang dikaitkan dengan pidato Presiden Prabowo Subianto.
“Narasi yang berkembang itu bukan dari saya,” tegas Dudung kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Selasa (5/5/2026)
Awal Mula Polemik: “Jenderal Baliho” Kembali Disorot: Polemik ini mencuat setelah Rizieq, melalui kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, menyinggung pidato Presiden Prabowo terkait fenomena “Indonesia Gelap” dan pernyataan kontroversial soal WNI yang disarankan kabur ke Yaman.
Dalam pernyataannya, Rizieq menyebut adanya sosok “Jenderal Baliho” yang diduga memengaruhi Presiden. Julukan ini langsung mengarah pada Dudung, mengingat rekam jejaknya saat menertibkan atribut Front Pembela Islam (FPI) beberapa tahun lalu.
Dudung Klarifikasi: Penegakan Aturan, Bukan Konflik Pribadi: Menanggapi hal itu, Dudung meluruskan bahwa penertiban baliho saat itu murni bagian dari penegakan aturan negara, terutama setelah FPI resmi dibekukan pemerintah.
Ia menegaskan, langkah tersebut diambil demi menjaga ketertiban dan mencegah potensi provokasi yang bisa mengganggu persatuan bangsa.
Ulama Harus Hadirkan Kesejukan: Alih-alih memperpanjang polemik, Dudung justru mengajak seluruh tokoh bangsa, termasuk Rizieq, untuk bersama menjaga suasana tetap kondusif di tengah tantangan global yang kian kompleks.
“Mari bangun bangsa ini dengan keteduhan, tidak saling memfitnah dan mencurigai,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran ulama dalam menciptakan ketenangan di masyarakat, bukan sebaliknya memicu ketegangan.
Di tengah tekanan ekonomi dan politik global, Dudung mengingatkan bahwa stabilitas nasional adalah kunci utama yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terpancing oleh isu provokatif maupun informasi yang belum terverifikasi.
Menutup pernyataannya, Dudung menyampaikan keyakinannya bahwa nilai-nilai Pancasila tetap menjadi perekat kuat bangsa Indonesia.
“Saya yakin rakyat Indonesia mampu menangkal hoaks dan menjaga persatuan,” pungkas Dudung menegaskan.
Apakah ini akhir dari polemik Dudung vs Rizieq, atau justru babak baru? Publik kini menanti, akankah tensi mereda atau kembali memanas di tengah dinamika politik nasional. (red/akha)









