SUARASMR.NEWS – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap maraknya informasi menyesatkan dan konten provokatif yang beredar di media sosial.
Menurutnya, gelombang hoaks dan adu domba dapat menjadi ancaman serius bagi persatuan serta keutuhan bangsa.
Dalam Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia di Jakarta, Kamis (30/4), Dudung menegaskan masyarakat harus cerdas menyaring informasi dan fokus pada hal-hal positif.
“Mari mata dan telinga kita dipasang untuk tetap mendengar dan melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Jangan terbawa informasi menyesatkan,” tegasnya.
Ia menyoroti kondisi era post truth, ketika kebohongan bisa dianggap sebagai kebenaran hanya karena diulang terus-menerus. Karena itu, kewaspadaan publik dinilai menjadi benteng utama menghadapi perang informasi yang berpotensi melemahkan negara dari dalam
Dudung juga menyinggung situasi di Venezuela sebagai contoh bagaimana konflik internal dapat dimanfaatkan pihak luar hingga negara menjadi rapuh tanpa perlawanan berarti.
Di akhir pidatonya, Dudung kembali mengajak seluruh elemen bangsa menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika dan merawat nilai luhur bangsa seperti gotong royong, rela berkorban, menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi nasionalisme.
“Nilai-nilai luhur bangsa ini harus terus kita pelihara,” pungkas Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. (red/akha)











