Koperasi Merah Putih di Jateng Sudah 73 Persen Beroperasi, Pemprov Kejar Target 100 Persen Tahun Ini

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat capaian signifikan dalam pengembangan koperasi desa dan kelurahan merah putih. Hingga saat ini, sebanyak 73 persen koperasi merah putih di wilayah tersebut telah aktif beroperasi, melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, mengungkapkan dari total 8.523 koperasi merah putih yang telah berbadan hukum, sebanyak 6.271 koperasi sudah menjalankan aktivitas usaha dan pelayanan kepada anggota.

banner 720x1000

“Target nasional itu 60 persen, sedangkan Jawa Tengah sudah mencapai 73 persen. Kami optimistis tahun ini bisa menembus 100 persen koperasi beroperasi,” ujar Eddy dalam Workshop Media bertajuk Cerita Koperasi Desa Jadi Berita Bermakna di Semarang, Rabu (6/5/2026).

Menurut Eddy, sejumlah koperasi yang belum aktif umumnya masih dalam tahap pemetaan potensi usaha dan penguatan kolaborasi antara pengurus koperasi dengan pemerintah desa maupun kelurahan.

Ia juga menyoroti semangat para pengurus koperasi yang dinilainya bekerja penuh dedikasi demi membangun ekonomi masyarakat desa.

“Pengurus koperasi ini luar biasa. Mereka bekerja seperti pejuang ekonomi rakyat. Banyak yang tidak memikirkan honor, yang penting koperasi berjalan dan anggota terlayani,” katanya.

Dari sisi permodalan, total modal koperasi merah putih di Jawa Tengah saat ini mencapai Rp34,6 miliar yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota.

Besaran simpanan tersebut bervariasi di tiap daerah, mulai dari Rp5.000 hingga Rp30.000 per anggota. Dana itulah yang kemudian diputar untuk menjalankan berbagai usaha produktif di tingkat desa dan kelurahan.

Pemprov Jateng pun mendorong koperasi agar fokus pada sektor usaha riil dan produktif yang memiliki perputaran uang cepat sehingga mampu memperbesar modal dan keuntungan anggota.

Baca Juga :  Dirjen Bea Cukai Lakukan Monitoring Evaluasi AEO Memperlancar Pasok dan Logistik 

Eddy mencontohkan keberhasilan koperasi di wilayah Dadapsari yang berkembang pesat hanya dalam waktu singkat.

“Awalnya modal mereka hanya Rp500 ribu, sekarang sudah berkembang menjadi Rp450 juta. Karena mereka setiap hari berproduksi dan mendistribusikan barang ke anggota. Sore uang kembali, pagi belanja lagi. Perputaran ekonominya hidup,” ujarnya.

Capaian ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa koperasi desa masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah, terutama dalam memperkuat usaha masyarakat hingga tingkat akar rumput. (red/chan)

banner 468x60
banner 930x110

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *