SUARASMR.NEWS – Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, mengembuskan napas terakhir pada usia 90 tahun.
Tokoh militer sekaligus negarawan senior Lahir di Surabaya 15 November 1935, dan wafat pada Senin 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta Pusat.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya sosok yang pernah memegang tongkat komando sebagai Panglima ABRI dan mendampingi Presiden dalam masa transisi penting bangsa.
“Kita berdukacita sangat mendalam. Saya sudah minta RSPAD dan Garnisun Setneg untuk memberikan atensi terbaik,” ujar Prasetyo, Senin (2/3/2026).
Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di kediaman duka di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum prosesi penghormatan terakhir digelar.
Riwayat Kesehatan: Pernah Alami “Stroke Ringan”
Dalam perjalanan hidupnya, Try Sutrisno pernah menghadapi ujian kesehatan serius. Pada 2008, menurut anggota Tim Dokter Kepresidenan Prof. Dr. Djoko Rahardjo, beliau mengalami penyempitan pembuluh darah di otak atau yang dikenal sebagai Transient Ischemic Attack (TIA)
Saat itu, ia sempat dirawat intensif di ICU. Dan pada waktu itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, turut menjenguk serta mengenang momen kebersamaan mereka.
“Beliau cerita-cerita, tertawa-tawa. Dokter kita luar biasa sigap, karena ada yang dinamakan golden period. Terlambat sedikit bisa fatal,” ujar Jusuf Kalla saat itu.
Pada 2022, Try Sutrisno kembali menjalani perawatan di RSPAD. Kepala RSPAD saat itu, Letjen TNI Albertus Budi Sulistya, menyatakan kondisi beliau sempat membaik meski detail diagnosis tidak dipublikasikan.
Apa Itu Transient Ischemic Attack (TIA): Transient Ischemic Attack (TIA), kerap disebut sebagai “stroke ringan”, adalah kondisi gangguan aliran darah sementara ke otak. Biasanya berlangsung hanya beberapa menit dan tidak meninggalkan kerusakan permanen.
Namun, TIA bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Data medis menyebutkan 1 dari 3 orang yang mengalami TIA berisiko terkena stroke.Sekitar setengah kasus stroke terjadi dalam satu tahun setelah TIA. Gejala umum TIA meliputi:
● Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh (wajah, lengan, kaki)
● Bicara cadel atau sulit memahami pembicaraan
● Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata
● Pusing dan kehilangan keseimbangan
Kondisi ini sering menjadi peringatan dini akan risiko stroke yang lebih berat di kemudian hari.
Jejak Pengabdian: Try Sutrisno bukan sekadar mantan wakil presiden. Ia adalah figur militer yang pernah menduduki jabatan strategis sebagai Panglima ABRI dan berperan dalam dinamika politik nasional di era Orde Baru hingga masa transisi reformasi.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi bangsa seorang prajurit, negarawan, dan saksi sejarah perjalanan Indonesia modern. “Selamat jalan, Jenderal. Bangsa ini mencatat jejak pengabdianmu. ” (red/akha)












