SUARASMR.NEWS – Tidur siang sering dianggap sebagai “penyelamat energi” di tengah padatnya aktivitas. Namun, di balik manfaatnya, kebiasaan ini juga menyimpan potensi gangguan serius terutama jika dilakukan tanpa aturan yang tepat.
Dikutip dari Hindustan Times, ahli neurologi Dr. Chakkera Priyanka dari Rumah Sakit Kauvery, Chennai, mengingatkan bahwa tidur siang yang berlebihan justru bisa mengacaukan pola tidur malam dan memicu insomnia.
“Tidur siang singkat sekitar 20–30 menit terbukti mampu meningkatkan fokus, kewaspadaan, kinerja kognitif, hingga suasana hati, namun, durasi yang terlalu lama atau waktu yang tidak tepat bisa berbalik merugikan,” ujarnya.
Menurutnya, tidur siang yang tidak terkontrol terutama di sore atau menjelang malam akan mengganggu ritme alami tubuh atau ritme sirkadian.
Akibatnya, tubuh kehilangan “tekanan tidur” di malam hari, sehingga seseorang justru sulit terlelap, merasa gelisah, dan bangun dalam kondisi lelah keesokan paginya.
Lebih jauh, kualitas tidur malam yang buruk dapat menciptakan lingkaran masalah. Rasa kantuk di siang hari meningkat, sehingga seseorang semakin bergantung pada tidur siang.
Dalam kasus tertentu, kondisi ini bahkan bisa mengarah pada gangguan serius seperti insomnia, sleep apnea, hingga kurang tidur kronis.
Untuk mencegah dampak tersebut, Priyanka menyarankan beberapa langkah sederhana namun penting:
Batasi tidur siang maksimal 20–30 menit. Hindari tidur siang lewat pukul 15.00. Terapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten. Kurangi paparan layar sebelum tidur. Pastikan waktu tidur malam cukup, yakni 7–9 jam per hari
Kesimpulannya, tidur siang bukanlah kebiasaan yang harus dihindari, tetapi perlu dikelola dengan bijak.
Jika dilakukan secara tepat, ia bisa menjadi sumber energi tambahan. Namun jika berlebihan, justru dapat menjadi awal dari gangguan tidur yang berkepanjangan. (red/niluh)












