Jalan Lingkar Kertek Punya Potensi Besar, Pemkab Wonosobo Ditantang Hadirkan Inovasi

oleh

SUARASMR.NEWS, WONOSOBO – Jalan Lingkar Kertek (Jaliker) tak hanya berpotensi mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang publik yang menggerakkan olahraga, wisata kuliner, dan ekonomi rakyat. Namun, potensi tersebut membutuhkan sentuhan inovasi agar kegiatan car free day (CFD) setiap Minggu pagi tidak berjalan monoton.

Aktivitas CFD memberi ruang bagi masyarakat untuk berjoging, menikmati udara pagi, dan berburu kuliner. Bagi pelaku UMKM, keramaian ini juga membuka peluang menambah penghasilan.

banner 930x110

Sayangnya, potensi tersebut akan sulit berkembang jika kegiatan hanya mengandalkan warga yang datang untuk berolahraga dan berbelanja.

Pemkab Wonosobo perlu mengambil peran lebih aktif untuk menjadikan CFD Jaliker sebagai magnet baru bagi masyarakat. Senam bersama, pertunjukan seni lokal, bazar UMKM, hingga kegiatan komunitas dapat dikemas secara rutin agar semakin banyak warga tertarik datang bersama keluarga.

Tanpa agenda yang variatif, CFD berisiko sekadar menjadi rutinitas mingguan tanpa daya tarik yang berkembang. Padahal, infrastruktur yang dibangun menggunakan uang rakyat semestinya dimanfaatkan semaksimal mungkin, termasuk sebagai ruang interaksi sosial dan penggerak ekonomi masyarakat.

Pemkab dapat melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas olahraga, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk menyusun kegiatan yang terarah. Di sisi lain, kebersihan, pengelolaan sampah, ketertiban pedagang, serta kenyamanan pengunjung harus tetap dijaga.

Pengembangan CFD juga perlu dilakukan secara konsisten, bukan sekadar menggelar kegiatan sesekali. Dengan agenda yang jelas dan pengelolaan yang baik, Jaliker berpeluang menjadi destinasi Minggu pagi yang menarik, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi usaha kecil untuk berkembang.

Jaliker sudah memiliki tempat, kini tantangannya adalah bagaimana menghidupkannya. Masyarakat tidak hanya membutuhkan jalan yang mempermudah mobilitas, tetapi juga ruang publik yang memberi manfaat nyata bagi kesehatan, kebersamaan, dan perekonomian.

Baca Juga :  Jalan di Blitar Kian Parah! Musim Hujan ditambah Truk Tebu RMI Bikin Warga Binangun Bertaruh Nyawa

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari selesainya proyek fisik. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan infrastruktur yang tersedia benar-benar hidup, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (red/akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *