SUARASMR.NEWS DENPASAR – Libur sekolah tak seharusnya dihabiskan anak hanya dengan menatap layar ponsel atau bermain gim sepanjang hari. Di balik momen liburan, tersimpan peluang emas bagi orang tua untuk membentuk generasi yang lebih sehat, disiplin, dan percaya diri melalui olahraga.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K) mengingatkan bahwa aktivitas fisik bukan sekadar membuat tubuh bugar, tetapi juga berpengaruh besar terhadap perkembangan mental, kemampuan bersosialisasi, hingga prestasi anak di masa depan.
“Olahraga membutuhkan kedisiplinan, kemampuan menetapkan tujuan, koordinasi, dan kerja sama tim. Semua itu menjadi proses pembelajaran yang sangat baik bagi anak,” ujar dr. Andi, Selasa (7/7/2026).
Ia mengungkapkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang rutin berolahraga memiliki kemampuan interpersonal yang lebih baik, lebih mudah bergaul, serta memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara akademik maupun sosial.
Karena itu, dr. Andi mengimbau para orang tua memanfaatkan masa libur sekolah dengan mengajak anak aktif bergerak, bukan membiarkan mereka tenggelam dalam aktivitas pasif di depan layar.
Untuk anak usia di bawah 10 tahun, ia menyarankan agar orang tua mengenalkan berbagai jenis olahraga tanpa memaksakan satu cabang tertentu. Pendekatan ini membuat anak lebih menikmati aktivitas fisik sekaligus menemukan olahraga yang sesuai dengan minatnya.
Anak usia 3–6 tahun dapat dilatih melalui permainan gerak dasar seperti melompat, melempar, dan menangkap. Sementara usia 7–12 tahun sudah bisa dikenalkan dengan bersepeda, sepak bola, bulu tangkis, basket, atletik, dan berbagai olahraga lainnya. Memasuki usia 13–17 tahun, anak dapat mulai diarahkan memilih olahraga sesuai bakat dan minatnya.
Dr. Andi juga mengingatkan bahwa kebutuhan aktivitas fisik anak lebih tinggi dibanding orang dewasa. Jika orang dewasa cukup berolahraga sekitar 30 menit selama lima hari dalam sepekan, anak-anak justru dianjurkan aktif bergerak selama 60 menit setiap hari dengan intensitas sedang hingga berat.
Aktivitas tersebut penting untuk meningkatkan kebugaran, memperkuat kepadatan tulang, sekaligus menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.
Namun, ia mengingatkan agar orang tua tetap memperhatikan kondisi cuaca saat berolahraga. Pilih waktu pagi atau sore hari ketika sinar matahari tidak terlalu terik agar aktivitas tetap aman, nyaman, dan bermanfaat bagi kesehatan anak.
Libur sekolah akan menjadi jauh lebih bermakna ketika diisi dengan kebiasaan sehat yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan anak. (red/niluh)











