SUARASMR.NEWS – Situasi menegangkan terjadi di jalur keluar Pulau Bali. Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mengular hingga sekitar 31 kilometer, tepat menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan arus mudik Idulfitri, Minggu (15/3/2026).
Deretan kendaraan tampak menghimpit jalan raya tanpa jeda, bahkan antrean telah mencapai wilayah Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Ribuan kendaraan yang didominasi truk logistik, mobil pribadi, dan sepeda motor terjebak dalam arus panjang menuju pintu penyeberangan Bali–Jawa.
Meski sempat menimbulkan kepadatan ekstrem, kondisi di area keluar pelabuhan mulai menunjukkan perbaikan signifikan pada Minggu siang.
Kantong parkir di dalam pelabuhan terpantau penuh oleh kendaraan yang siap menyeberang, menandakan arus mulai bergerak perlahan.
Untuk mengurai kemacetan yang mengular tersebut, aparat dari Polda Bali langsung turun ke lapangan. Petugas melakukan rekayasa lalu lintas, pengaturan jalur antrean, hingga sistem penundaan kendaraan besar demi menjaga kelancaran arus kendaraan keluar Bali.
Kabid Humas Polda Bali, Ariasandy, menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pengaturan di lapangan agar antrean bisa segera terurai.
“Personel kami bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem penundaan bagi kendaraan sumbu tiga ke atas untuk mengurangi kepadatan menuju pelabuhan,” ujarnya.
Penanganan kemacetan ini juga melibatkan personel dari Polres Jembrana yang tergabung dalam Operasi Ketupat Agung 2026.
Petugas ditempatkan di sejumlah titik krusial untuk mengatur arus kendaraan sekaligus mengingatkan pengendara agar tetap tertib mengikuti arahan di lapangan.
Koordinasi lintas instansi juga dilakukan dengan ASDP Indonesia Ferry, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, TNI, hingga Dinas Perhubungan untuk mempercepat proses penyeberangan.
Saat ini, penyeberangan dilayani oleh 31 kapal, dengan salah satu kapal menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang agar proses bongkar muat kendaraan lebih cepat.
Tak hanya itu, untuk menekan lonjakan kendaraan menuju Gilimanuk, petugas juga melakukan penyekatan terhadap truk besar di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan. Kendaraan diarahkan ke buffer zone sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan.
Patroli pun digencarkan di sepanjang jalur antrean guna mencegah kendaraan menyerobot antrean serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
“Seluruh pengendara diminta tetap tertib dan mengikuti arahan petugas selama masa angkutan Lebaran 2026,” tegas Ariasandy. (red/niluh)












