Teror “Songko” Mengguncang Layar Lebar: Horor Legenda Minahasa Siap Hantui Bioskop April 2026

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Industri film horor Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran “Songko”, film terbaru garapan Dunia Mencekam Studio bersama Rumah Produksi Santara yang siap membawa penonton menyelami teror mencekam dari Timur Indonesia.

Mengangkat legenda lokal dari wilayah Minahasa dan Tomohon, “Songko” tak sekadar menyajikan horor visual, tetapi juga menggali akar budaya yang masih dipercaya masyarakat setempat.

banner 719x1003

Film ini menjadi debut penyutradaraan Gerald Mamahit di layar lebar. Ia menegaskan bahwa kekuatan utama “Songko” terletak pada keaslian cerita rakyat yang diangkat.

“Songko adalah cerita yang sangat dekat dengan budaya masyarakat Minahasa. Kami ingin menghadirkan horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga punya akar tradisi yang kuat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang di terima suarasmr.news, Sabtu (4/4/2026).

Deretan aktor seperti Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, hingga Khiva Iskak turut memperkuat atmosfer film yang sarat misteri ini. Mereka membawa penonton masuk ke dalam desa yang diliputi ketakutan dan kecurigaan.

Menurut Khiva Iskak, pengalaman syuting langsung di Tomohon memberikan nuansa berbeda. “Aura lokasi sangat kuat. Cerita ini terasa hidup karena memang berasal dari kepercayaan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Annette Edoarda yang menilai “Songko” menawarkan horor dengan lapisan cerita yang lebih dalam. “Ini bukan sekadar film seram, tapi juga tentang ketakutan, tuduhan, dan bagaimana sebuah komunitas bisa terpecah,” katanya.

banner 484x341

Mengusung konsep hyperlocal storytelling, tim produksi bahkan membangun set khusus di kaki Gunung Lokon. Langkah ini tak hanya untuk kebutuhan film, tetapi juga sebagai upaya jangka panjang membangun ekosistem perfilman daerah dengan melibatkan banyak talenta lokal dari Minahasa, Manado, dan Tomohon.

Berlatar tahun 1986, “Songko” mengisahkan teror misterius yang menghantui sebuah desa di Tomohon. Perempuan-perempuan muda ditemukan tewas secara mengenaskan tanpa penjelasan.

Baca Juga :  Wamenpar Mengajak Meningkatkan Keamanan Pariwisata Usai Penembakan WNA 

Warga pun percaya bahwa sosok gaib bernama Songko makhluk yang diyakini memburu “darah suci” demi keabadian menjadi dalangnya.

Ketakutan berubah menjadi paranoia. Tuduhan demi tuduhan bermunculan, hingga mengarah pada keluarga Mikha. Helsye, ibu tirinya, dituding sebagai pihak yang memanggil makhluk tersebut memicu konflik yang mengoyak persatuan warga.

Dengan balutan horor yang kental, budaya yang kuat, dan konflik sosial yang mencekam, “Songko” dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026 siap menjadi salah satu film horor lokal paling dinanti tahun ini. (red/niluh)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *