Gianyar Mengguncang Bali dengan Parade Budaya Raksasa, Semangat Trisakti Menggema di HUT ke-255

oleh
banner 728x90

SUARASMR.NEWS – Kabupaten Gianyar benar-benar “meledak” dalam kemegahan saat merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar, Provinsi Bali, Jumat (24/4/2026).

Pawai budaya kolosal yang melibatkan seniman dari tujuh kecamatan ini berubah menjadi panggung raksasa yang memukau ribuan pasang mata.

banner 719x1003

Di bawah komando Bupati I Made Mahayastra, perayaan ini bukan sekadar tontonan, melainkan manifestasi nyata ajaran Trisakti dari Soekarno berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Ini adalah napas jiwa Gianyar! Budaya adalah kekuatan kita,” tegas Mahayastra di tengah gemuruh penonton di Alun-Alun Kota Gianyar.

Pawai dibuka dramatis oleh Kecamatan Payangan dengan garapan Buana Purnaning Jiwa, simbol penyempurnaan jiwa dalam harmoni alam.

Tak kalah memikat, Sukawati mengguncang panggung lewat kisah epik Dukuh Pengubengan, terinspirasi legenda perang di Banjar Negari.

Dari Tampaksiring, Sastra Winaya Tirtha mengalir bak air suci, menyentuh sisi spiritual penonton. Sementara Tegallalang tampil berani mengangkat isu krisis melalui Atma Kerti Ning Tegallalang, menggabungkan seni dan pesan ekologis yang menggugah.

banner 719x1003

Magisnya Ubud terasa lewat kisah perjalanan suci Rsi Markandeya, sedangkan Blahbatuh memukau dengan Bebed Poleng yang terkait dengan kejayaan Gajah Mada. Puncaknya, Kecamatan Gianyar menutup parade dengan Sudhamala simbol penyucian jiwa dari segala dosa.

Namun, pesta belum usai! Ribuan penonton kembali dibuat terpukau oleh parade ogoh-ogoh spektakuler karya anak muda Gianyar energi kreativitas yang membara dan tak terbendung!

Acara megah ini turut dihadiri Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, para kepala daerah se-Bali, hingga tokoh nasional Prananda Prabowo, menambah gengsi perhelatan budaya tersebut.

Mahayastra pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan merawat budaya sebagai identitas yang tak tergoyahkan. “Gianyar bukan hanya merayakan usia, tapi merayakan jiwa dan jati diri!” tandasnya.

Baca Juga :  BLT-DD 2026 Resmi Cair! Warga Desa Sanggrahan Terima Bantuan, Harapan Baru untuk Kebĺutuhan Dasar

Perayaan ini bukan sekadar pesta ini adalah deklarasi bahwa Gianyar adalah jantung budaya Bali yang terus berdetak kencang. (red/niluh)

banner 719x1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *