SUARASMR.NEWS – Menjelang arus mudik Lebaran, para pengendara diingatkan untuk tidak mengabaikan kondisi tubuh saat menempuh perjalanan jauh.
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPD-KEMD, FINASIM menegaskan bahwa menjaga kondisi fisik tetap prima merupakan kunci keselamatan selama perjalanan mudik.
Dalam acara Halodoc Talks bertajuk “Transitioning Safely: Managing Ramadan Health Risks During Eid Festivities” di Jakarta, Selasa, dr. Waluyo mengingatkan para pemudik yang mengemudi kendaraan agar tidak memaksakan diri terus berkendara tanpa jeda.
“Kalau mengemudi, setiap dua jam harus istirahat,” tegasnya.
Menurutnya, berhenti sejenak untuk beristirahat sangat penting agar tubuh tidak kelelahan dan pengemudi tetap mampu berkonsentrasi penuh di jalan. Kelelahan saat berkendara bisa menurunkan fokus dan berisiko memicu kecelakaan.
Selain istirahat, dr. Waluyo juga mengingatkan pemudik untuk mengatur pola makan selama perjalanan. Ia menyarankan agar tidak makan berlebihan dan tetap mengonsumsi makanan dalam porsi yang terukur.
“Jangan memaksakan diri, dan konsumsi makanan yang terukur juga,” ujarnya.
Bagi pemudik yang memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, disiplin dalam mengonsumsi obat tetap harus dijaga meskipun sedang dalam perjalanan.
Ia menegaskan bahwa obat tidak boleh terlewat karena perjalanan jauh. “Kalau dia mengonsumsi obat, walaupun di dalam perjalanan, obat tetap harus dikonsumsi,” jelas dokter lulusan Fakultas Kedokteran UGM tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa penderita diabetes harus makan sesuai jadwal, terutama menyesuaikan dengan masa kerja obat yang dikonsumsi.
“Kalau masa kerja obat delapan jam, ya delapan jam harus makan. Kalau tidak, nanti bisa hipoglikemia,” katanya.
Pada dasarnya, menurut dr. Waluyo, penderita diabetes tetap boleh mengonsumsi berbagai jenis makanan, namun jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori tubuh.
Di tengah euforia mudik Lebaran, ia mengingatkan satu hal penting: keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Jika tubuh sudah terasa lelah, pemudik disarankan untuk segera berhenti dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
“Jangan memaksakan diri. Istirahatlah jika tubuh sudah lelah,” pesannya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan mudik bukan sekadar sampai tujuan, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan sepanjang perjalanan. (red/niluh)












