El Nino ‘Godzilla’ Mengancam, Ratusan Desa di Jawa Timur Terancam Krisis Air Bersih

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Ancaman serius membayangi Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengungkapkan, sebanyak 815 desa di 222 kecamatan yang tersebar di 26 kabupaten berpotensi dilanda kekeringan akibat fenomena El Nino ekstrem, yang dijuluki “Godzilla El Nino”.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa situasi tahun ini tidak bisa dianggap biasa.

banner 719x1003

Musim kemarau diprediksi datang lebih cepat, lebih panas, dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau dimulai April hingga November, dengan puncak pada Agustus. El Nino tahun ini diperkirakan jauh lebih kuat, sehingga risiko kekeringan meningkat drastis,” ujarnya di Surabaya, Selasa (31/3/2026).

Wilayah Rentan di Ujung Tanduk: Ratusan desa yang terancam mayoritas berada di kawasan dengan ketergantungan tinggi pada air hujan serta minim infrastruktur air bersih.

Kondisi ini membuat masyarakat berada di posisi paling rentan saat kemarau panjang melanda.

Jika tidak diantisipasi dengan cepat, krisis air bersih bisa menjadi ancaman nyata bagi kehidupan sehari-hari warga.

banner 484x341

Pemprov Jatim Siaga Penuh: Menghadapi ancaman tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung menaikkan status kewaspadaan.

Berbagai langkah strategis pun mulai disiapkan, termasuk rapat koordinasi lintas sektor yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

“Rakor ini penting untuk memastikan semua pihak siap dan memiliki langkah konkret agar penanganan bisa cepat dan tepat sasaran,” tegas Gatot.

Air Bersih Jadi Prioritas Utama: BPBD Jatim juga telah menyiapkan skema darurat untuk menjamin pasokan air bersih, termasuk distribusi air menggunakan truk tangki ke wilayah terdampak.

“Jangan sampai masyarakat kesulitan air. Distribusi air bersih menjadi prioritas utama kami,” tambahnya.

Waspada Sejak Dini: Fenomena “Godzilla El Nino” bukan sekadar istilah, melainkan sinyal bahaya nyata.

Baca Juga :  Meriah! Warga The Taman Dhika Sidoarjo Rayakan HUT RI ke-80 dengan Penuh Kebersamaan

Dengan suhu yang diprediksi melonjak dan kemarau yang kian panjang, Jawa Timur kini berada di ambang krisis air jika tidak ditangani secara serius.

Masyarakat pun diimbau untuk mulai menghemat air dan meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini. (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *