SUARASMR.NEWS – RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur menunjukkan keseriusannya menembus standar layanan kesehatan internasional.
Rumah sakit kebanggaan masyarakat Tulungagung ini kini memaksimalkan perlindungan kesehatan melalui layanan vaksinasi internasional bagi warga yang hendak bepergian ke luar negeri.
Langkah strategis ini diperkuat melalui kolaborasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Probolinggo yang melakukan kunjungan kerja sekaligus verifikasi kesiapan fasilitas, Kamis (17/4/2026).
Fokus utamanya adalah memastikan RSUD dr. Iskak mampu menyelenggarakan vaksin internasional, termasuk vaksin haji dan umrah, sesuai standar nasional dan global.
Kerja sama ini menjadi tahap awal dalam menghadirkan layanan penerbitan International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICV) dokumen penting yang kini menjadi syarat wajib perjalanan internasional guna mencegah penyebaran penyakit lintas negara.
Tim BKK Probolinggo yang dipimpin dr. Acub Zaenal Amoe meninjau langsung berbagai aspek krusial. Mulai dari kesiapan fasilitas penunjang, kompetensi tenaga medis, hingga kepatuhan terhadap regulasi nasional.
“Mobilitas masyarakat antarnegara semakin tinggi. Fasilitas kesehatan tidak cukup hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga harus mengacu pada ketentuan internasional agar layanan yang diberikan aman dan diakui secara global,” tegas dr. Acub.
Ia juga menyoroti pentingnya vaksinasi meningitis bagi calon jemaah haji dan umrah. Sesuai aturan, vaksin ini wajib diberikan minimal 14 hari sebelum keberangkatan agar antibodi terbentuk optimal dan memenuhi syarat penerbitan visa.
Di sisi lain, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr. M. Ravi Tanwirul Afkara, menegaskan komitmen penuh rumah sakit untuk memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan.
“Kami menyambut baik pendampingan ini. Harapannya, sinergi ini mampu mengidentifikasi kebutuhan fasilitas sehingga layanan vaksinasi internasional bisa berjalan optimal dan memudahkan masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, sinergi antara RSUD dr. Iskak dan BKK Probolinggo akan difokuskan pada tiga pilar utama: peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyempurnaan SOP, serta pemenuhan sarana dan prasarana.
Langkah ini tidak hanya memperkuat sistem kesehatan daerah dalam menghadapi tantangan globalisasi, tetapi juga menjadi kabar baik bagi warga Tulungagung.
Kini, pengurusan vaksin internasional hingga dokumen kesehatan untuk perjalanan luar negeri termasuk ibadah ke Tanah Suci—semakin mudah, aman, dan terstandar internasional. (red/aden)












