SUARASMR.NEWS – Presiden Prabowo Subianto melakukan gebrakan besar di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Secara mengejutkan, Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Pencopotan ini dilakukan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga yang menjadi ujung tombak program gizi nasional tersebut.
Tak butuh waktu lama, Istana langsung mengumumkan susunan pimpinan baru Badan Gizi Nasional.
Nama wartawati senior sekaligus politikus Nanik Sudaryati Deyang dipercaya naik kelas menjadi Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala.
Pergantian ini menandai babak baru kepemimpinan BGN yang selama ini menjadi sorotan karena memegang peran strategis dalam menyukseskan program prioritas pemerintahan Prabowo.
Nanik Sudaryati Deyang bukan sosok baru di lingkaran pemerintahan Prabowo. Perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968 itu mengawali karier sebagai wartawati di Tabloid Bangkit sebelum terjun ke dunia politik dan birokrasi.
Sebelumnya, Nanik menjabat Wakil Kepala BGN sejak September 2025. Kini, kepercayaan lebih besar diberikan kepadanya untuk menggantikan Dadan Hindayana sebagai nahkoda baru lembaga tersebut.
Agustina Arumsari, Ahli Investigasi dan Pemburu Fraud Masuk Jajaran Pimpinan.
Nama Agustina Arumsari juga mencuri perhatian. Mantan Wakil Kepala BPKP itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang audit, investigasi, dan pengawasan keuangan negara.
Dengan sederet gelar profesional internasional seperti Certified Fraud Examiner (CFE), Chartered Accountant (CA), hingga Certified Internal Audit Executive (CIAE), Agustina dinilai membawa kekuatan baru dalam tata kelola dan pengawasan program-program strategis BGN.

Sementara itu, unsur militer diperkuat lewat penunjukan Mayjen TNI Trenggono. Lulusan Akademi Militer 1993 dari kecabangan Infanteri/Kopassus tersebut memiliki pengalaman panjang di lingkungan TNI dan manajemen program nasional.
Sebelum masuk BGN, Trenggono menjabat Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara dan aktif mengawal berbagai program pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pergantian pimpinan BGN merupakan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Presiden, Selasa (2/6/2026).
Meski dicopot, pemerintah tetap menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi awal Badan Gizi Nasional.
Rombakan mendadak ini memunculkan berbagai spekulasi. Banyak pihak menilai langkah Presiden Prabowo merupakan sinyal kuat untuk mempercepat sekaligus memperkuat pelaksanaan program gizi nasional dan makan bergizi yang menjadi salah satu agenda unggulan pemerintah.
Dengan kombinasi figur politik, auditor investigatif, dan perwira tinggi TNI di pucuk pimpinan, publik kini menanti apakah BGN mampu bergerak lebih cepat dan efektif dalam menjawab tantangan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia. (red/hil)











