Cegah Stunting dari Desa, Pemdes Sanan Salurkan PMT untuk Balita dan Bumil 

oleh

SUARASMR.NEWS, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa Sanan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, bergerak memperkuat pencegahan stunting sejak dari tingkat desa.

Sebanyak 6 penerima manfaat yang terdiri dari balita stunting dan ibu hamil berisiko tinggi (bumil resti) mendapat Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Kamis (27/8/2026).

banner 930x110

Program tersebut dipusatkan di Balai Desa Sanan dan dihadiri Kepala Desa Sanan Sujianto bersama jajaran perangkat desa, Ketua Tim Penggerak PKK, bidan desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat serta para penerima manfaat.

Sujianto menegaskan, pemberian PMT bukan sekadar pembagian makanan, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan gizi balita terpenuhi sekaligus menekan risiko stunting.

Menurutnya, asupan makanan bergizi dengan kandungan protein hewani dan kalori yang cukup sangat penting untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak sesuai usianya.

“PMT ini adalah salah satu upaya pemerintah melalui desa untuk mencegah bertambahnya bayi stunting dan menghindari para ibu hamil supaya normal atau tidak berisiko tinggi,” ujar Sujianto.

Sujianto menjelaskan, PMT diarahkan untuk menangani persoalan malnutrisi, termasuk gizi kurang dan Kurang Energi Kronis (KEK), sekaligus memberikan intervensi nutrisi spesifik kepada kelompok yang membutuhkan.

Makanan tambahan diupayakan memiliki kandungan nutrisi penting, seperti protein hewani, zat besi, zinc dan vitamin A. Bahan pangan lokal juga menjadi bagian penting agar makanan yang diberikan tetap segar, ekonomis dan tidak mengandalkan bahan pengawet buatan.

Selain pemberian makanan, pemantauan tumbuh kembang balita juga menjadi bagian penting dari program tersebut. Penimbangan dan pemantauan secara rutin diperlukan untuk melihat perkembangan berat badan dan kondisi anak.

“Pemantauan tumbuh kembang balita sangat dibutuhkan. Disamping itu, mengatasi gizi buruk adalah hal utama dalam perkembangan balita serta intervensi nutrisi berupa protein hewani, zat besi dan lain-lain adalah upaya agar balita bisa terhindar dari stunting,” lanjutnya.

Baca Juga :  GEMPAR Guncang DPRD Tulungagung, Ratusan Massa Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi

Adapun PMT yang disalurkan berupa bahan makanan bergizi, di antaranya telur ayam, daging ayam, daging sapi atau ikan, serta susu formula. Program tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026, dengan nilai masing-masing paket sebesar Rp150.000.

Sujianto berharap intervensi tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi benar-benar berdampak terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang penerima manfaat.

“Harapan kami, dengan bantuan ini di desa kita tidak akan ada balita stunting ataupun bumil resti atau ibu hamil risiko tinggi. Jadi semuanya menjadi sehat dan tumbuh kembang menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” harapnya.

Pemdes Sanan, Kabupaten Tulungagung menempatkan pencegahan stunting sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Dengan dukungan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan masyarakat, persoalan gizi diharapkan dapat ditekan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan. (red/budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *