Bulog Klaim Stok Beras Aman hingga Juli 2027, El Nino Tak Goyahkan Ketahanan Pangan

oleh

SUARASMR.NEWS SIDOARJO – Ancaman El Nino yang berpotensi menekan produksi beras tak membuat Perum Bulog gentar. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan cadangan beras nasional masih aman dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Juli 2027.

Kepastian itu disampaikan Rizal saat meninjau pasokan beras di Gudang Bulog Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin. Ia menyebut realisasi pengadaan beras untuk penugasan Public Service Obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.

banner 930x110

“Indonesia patut bersyukur karena pasokan beras domestik masih terjaga dengan baik, di tengah ancaman paceklik produksi yang membayangi pasar global,” kata Rizal.

Menurut dia, capaian pengadaan tersebut menjadi modal penting pemerintah untuk melakukan intervensi pasar sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah ancaman perubahan iklim.

Bulog, lanjut Rizal, sejak awal tahun mengintensifkan penyerapan hasil panen petani bersama pemangku kepentingan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah agar dapat dimanfaatkan dalam program distribusi kepada masyarakat.

Dari upaya tersebut, stok beras Bulog sempat mencapai puncak 5,4 juta ton pada pertengahan tahun. Saat ini, cadangan yang dikuasai Bulog disebut masih sekitar 4,5 juta ton.

Rizal menjelaskan, ketahanan pasokan beras nasional tidak hanya bertumpu pada cadangan Bulog. Persediaan beras yang beredar di masyarakat, termasuk yang dimanfaatkan rumah tangga, restoran, kafe, dan warung, diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton.

Selain itu, masih terdapat potensi produksi dari tanaman padi yang telah ditanam dan menunggu masa panen.

Ia mengakui ancaman El Nino berpotensi menekan produksi nasional. Jika sebelumnya Kementerian Pertanian memperkirakan produksi beras mencapai 12 juta ton, dampak El Nino membuat estimasi tersebut turun menjadi sekitar 9 juta hingga 10 juta ton.

Baca Juga :  Arti Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026 Bukan Sekadar Merdeka dari Penjajahan

Meski demikian, Bulog menilai kombinasi stok yang tersedia, potensi produksi, dan cadangan di masyarakat masih cukup untuk menopang kebutuhan pangan nasional.

Rizal menyebut konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai sekitar 2,2 juta ton per bulan. Dengan perhitungan tersebut, pemerintah optimistis pasokan beras masih dapat memenuhi kebutuhan hingga pertengahan 2027.

Puncak Panen Berikutnya Jadi Penopang: Bulog juga mengandalkan musim panen berikutnya yang diperkirakan mencapai puncak pada Maret atau April 2027. Panen tersebut diharapkan kembali memperkuat cadangan beras nasional sebelum persediaan yang ada semakin berkurang.

banner 930x110

“Kami memastikan masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu. Stok pangan terjamin dan kebutuhan beras akan terpenuhi,” ujar Rizal.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa Indonesia tengah memperkuat swasembada pangan berkelanjutan pada 2026.

Meski demikian, ancaman El Nino tetap perlu diantisipasi melalui penguatan produksi, penyerapan hasil panen, serta distribusi yang tepat sasaran.

Ketersediaan stok nasional juga harus diikuti dengan keterjangkauan harga agar masyarakat tetap mampu membeli beras di tengah potensi tekanan produksi akibat perubahan iklim. (red/agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *