SUARASMR.NEWS – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Soloraya bersama Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jawa Tengah menyelenggarakan rapat koordinasi lintas wilayah yang membahas isu vital: stabilitas sosial, politik, dan keamanan di kawasan Solo Raya.
Pertemuan strategis di Mapolresta Solo, Selasa (21/10/2025) ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo, Wali Kota Respati Ardi, Kapolresta Solo, Dandim 0735/Surakarta, Kepala Kejaksaan Negeri, dan perwakilan instansi vertikal lainnya.
Suasana rapat mencerminkan satu semangat besar menjaga Solo sebagai kota yang damai, toleran, dan aman dari ancaman radikalisme. Kolaborasi Lintas Sektor, Antisipasi Dini Potensi Konflik
Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo menegaskan, rapat tersebut bukan sekadar ajang koordinasi formal, tetapi wadah membangun kesepahaman strategis antarinstansi dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.
Lebih lanjut Budi Prasetyo juga mengatakan bahwa ini bukan sekadar rapat, tapi momentum memperkuat kolaborasi eksekutif, legislatif, dan aparat penegak hukum.
DPRD punya tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan kebijakan daerah berjalan seirama dengan arah pembangunan nasional,” ujar Budi.
Ia menyinggung insiden 29 Agustus yang melibatkan sebagian pelajar di Surakarta sebagai pengingat penting bahwa ketertiban sosial perlu dijaga sejak akar. Menurutnya, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan kenakalan remaja.
Dorongan Literasi Digital dan Aktivitas Positif bagi Pelajar: Dalam forum itu, Budi juga menyoroti peran dunia digital yang semakin berpengaruh terhadap perilaku generasi muda.
Budi mendorong penguatan literasi digital dan pengawasan aktivitas pelajar di media sosial, sembari memperluas kegiatan positif di sekolah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Wali Kota agar sekolah menjadi ruang ekspresi dan pembentukan karakter. Seni, olahraga, hingga kewirausahaan harus diberi porsi besar agar energi anak muda tersalurkan secara produktif,” ujarnya.
Politikus PDI-P itu menegaskan DPRD akan terus mengawal kebijakan agar program pembangunan tetap berpihak pada rakyat kecil, meski tengah menghadapi tantangan fiskal akibat penyesuaian transfer keuangan dari pusat (TKD).
BINDA Jateng, Media Sosial Bisa Jadi Senjata Dua Mata: Sementara itu, Kepala BINDA Jawa Tengah, Anom, memaparkan pentingnya deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi ancaman ideologis, politik, sosial, dan ekonomi.
Ia menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang menuntut koordinasi lintas sektor semakin solid.
“Dunia bergerak dalam hitungan menit. Media sosial bisa jadi sarana komunikasi positif, tapi juga bisa memicu provokasi dan konflik sosial bila tak dikelola dengan bijak,” tegas Anom.
Waspadai Radikalisme dan Penolakan Rumah Ibadah: Dalam sesi diskusi, muncul pembahasan serius soal radikalisme dan intoleransi yang masih ditemukan di beberapa titik wilayah Soloraya.
Kepala BINDA Jateng mengingatkan, isu penolakan pembangunan rumah ibadah harus disikapi dengan kepala dingin dan jalur komunikasi yang terbuka.
“Solo punya sejarah panjang sebagai kota toleran dan damai. Warisan itu harus kita jaga bersama,” ujarnya mantap.
Menutup rapat, seluruh unsur Muspida dan Forkopimda Soloraya menyatakan komitmen penuh untuk mendukung arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mereka menegaskan bahwa menjaga keamanan dan stabilitas sosial bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Solo harus terus menjadi contoh kota yang damai, toleran, dan berdaya saing karena dari sinilah denyut harmoni Indonesia berawal,” tutup Budi Prasetyo penuh keyakinan. (red/adb)












