SUARASMR.NEWS JAKARTA – Rocky Gerung kembali menjadi sorotan. Usai memilih masuk ke lingkaran pemerintahan dan bergabung sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), kritik terhadap dirinya justru bermunculan dari sejumlah pihak.
Rocky pun melontarkan pernyataan bernada satire saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) di Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
Di hadapan Syahganda Nainggolan yang resmi mengemban tugas sebagai Kepala Bakom RI, Rocky bahkan menyebut ada “tugas khusus” yang harus segera dijalankan.
“Oke, teman-teman. Tugas pertama Syahganda adalah, dan ini diwajibkan oleh Wantimpres. Tugas pertama Syahganda adalah memulihkan nama baik saya di publik. Jadi sudah tiga hari nih, gue dicaci, dihina, nggak ada satu pun yang belain gue, kurang ajar,” ujar Rocky.
Pernyataan tersebut langsung disambut tawa Syahganda. Namun di balik candaan itu, Rocky kemudian bicara serius mengenai kritik yang diarahkan kepadanya setelah dirinya berada di lingkungan Istana.
Rocky mengaku tidak memiliki cara untuk menghentikan kritik dari orang-orang yang selama ini berada di lingkaran perjuangannya. Menurut dia, posisinya kini berada di lingkungan Istana membuat dirinya menjadi sasaran kritik, termasuk tudingan bahwa dirinya telah mengkhianati perjuangan.
“Saya ada di kalangan Istana sekarang, akan jadi sasaran, dan enggak ada cara untuk menghalangi kawan-kawan saya itu, yang berupaya untuk cari dalil bahwa saya mengkhianati perjuangan,” katanya.
Rocky juga membantah anggapan bahwa dirinya menukar reputasi dengan fasilitas setelah masuk ke lingkungan pemerintahan.
“Rocky Gerung reputasinya didagangkan pada Prabowo. Saya nggak pernah tukar tambah reputasi saya dengan fasilitas dari awal,” tegasnya.
Ia mengatakan keputusan menjadi bagian dari Wantimpres justru didorong keinginan agar gagasan dan pemikirannya dapat disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Saya menginginkan pikiran saya tiba dua detik sebelum kejadian di kuping Presiden. Saya inginkan jarak argumentasi saya tidak lagi melalui ILC, saya Hanya Pindah dari Luar ke Dalam,” ujar Rocky.
Rocky menganggap gelombang kritik terhadap dirinya sebagai konsekuensi dari pilihan yang diambil. Ia menggambarkan perubahan posisinya sebagai perpindahan dari luar pemerintahan ke dalam lingkaran pemerintahan.
“Jadi karena itu kemarin saya bilang, saya hanya pindah dari luar ke dalam. Itu orang marah itu,” katanya.
Rocky kemudian menggunakan analogi hubungan pribadi untuk menggambarkan reaksi orang-orang yang kecewa terhadap pilihannya.
“Orang yang marah itu artinya ya enggak ingin berpisah sebetulnya. Ya, kayak mantan yang gelisah tapi ingin caci maki, padahal ya cuma karena dia gelisah,” ujarnya.
Di tengah derasnya kritik, Rocky menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya merupakan pilihan moral dan hasil pertimbangan pribadinya. Ia menolak menjadikan keraguan publik maupun komentar netizen sebagai dasar untuk menentukan sikap politik dan langkah hidupnya.
“Tapi orang memilih sesuatu, saya memilih karena pilihan moral saya, karena pilihan akal pikiran saya. Saya pertanggungjawabkan itu demi akal pikiran saya, bukan demi akal pikiran publik,” tegasnya.
Rocky juga menyatakan dirinya tidak berkewajiban mengikuti keraguan publik atas pilihannya. “Nggak ada urusan dengan memberi atau melayani keragu-raguan publik, melayani keragu-raguan netizen,” lanjutnya.
Ia kemudian menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa dirinya tetap memegang prinsip independensi. “Demi itu, saya tegas bahwa ‘I am an independent person’. Orang independen itu memilih sendiri targetnya itu dan bertanggung jawab atas pilihan itu,” pungkas Rocky. (red/ria)











