SUARASMR.NEWS – Ada cara berbeda menikmati momen berbuka puasa di Kabupaten Sidoarjo. Di Stasiun Tanggulangin, ngabuburit tak sekadar menunggu azan Magrib, tetapi juga menghadirkan pengalaman unik menyaksikan kereta api melintas di tengah semburat jingga senja.
Stasiun yang berada di wilayah Sidoarjo ini menjadi magnet baru bagi warga sekitar. Sambil duduk santai di area sekitar stasiun, ditemani deru lokomotif yang melintas gagah di hadapan mata.
Setiap kereta yang datang dan pergi menghadirkan sensasi tersendiri. Anak-anak tampak antusias melambaikan tangan, sementara orang dewasa mengabadikan momen dengan ponsel mereka.
Perpaduan suara rel, angin sore, dan langit yang perlahan meredup menciptakan suasana syahdu yang jarang ditemukan di tempat lain.
Tak sedikit warga yang sengaja datang lebih awal untuk berburu spot terbaik. Selain aman dan mudah dijangkau, kawasan sekitar stasiun juga menawarkan suasana terbuka yang nyaman untuk keluarga.
“Rasanya beda saja berbuka di sini. Sambil lihat kereta lewat, suasananya adem dan tidak membosankan,” ujar salah satu pengunjung.
Momentum Ramadhan pun terasa lebih hangat. Bukan hanya soal menyantap hidangan, tetapi juga tentang kebersamaan dan menikmati perjalanan baik perjalanan kereta maupun perjalanan spiritual di bulan suci.
Stasiun Tanggulangin kini tak sekadar tempat naik dan turun penumpang, melainkan ruang baru bagi warga untuk menciptakan cerita indah saat senja Ramadhan tiba.
Menu yang ditawarkan pun ramah di kantong. Mulai dari minuman segar, kopi, hingga camilan dan makanan ringan, nasi goreng semua bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Tak heran, tempat ini menjadi favorit anak muda, keluarga, hingga para pecinta fotografi yang ingin mengabadikan momen buka puasa berlatar kereta api.
Keunikan inilah yang membuat cafe di Stasiun Tanggulangin bukan sekadar tempat makan, melainkan destinasi ngabuburit yang menghadirkan pengalaman.
Perjalanan kereta yang datang dan pergi seakan menjadi simbol perjalanan hidup, sementara Ramadhan mengajarkan arti sabar dan syukur.
Bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya, berbuka puasa kini tak harus di restoran mewah. Cukup duduk santai di cafe stasiun, menikmati hidangan sederhana, dan biarkan deru kereta menjadi soundtrack indah senja Ramadhan. (red/akha)















