SUARASMR.NEWS – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui masih ada unsur pimpinan dan pejabat di pemerintahan yang belum menjalankan tanggung jawabnya secara maksimal kepada bangsa dan negara.
Pernyataan itu disampaikan saat Presiden meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah di Indonesia secara virtual dari Jakarta, Senin sore.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih terjadi dalam sistem pemerintahan.
Ia menilai masih ada pejabat dan unsur pimpinan tertentu yang kinerjanya belum memenuhi harapan rakyat.
“Masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” ujar Prabowo.
Presiden menilai berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia tidak lepas dari kinerja para pejabat, birokrat, maupun petugas di lapangan.
Meski banyak aparatur negara yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi, ia mengakui masih ada pihak yang belum menjalankan amanah dengan baik.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut harus diakui secara terbuka agar pemerintah dapat memahami persoalan yang ada dan melakukan perbaikan ke depan.
“Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis saja,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyoroti situasi global yang dinilai semakin kompleks dan penuh risiko. Ia menyebut konflik besar yang terjadi di berbagai kawasan dunia sebagai pengingat bahwa stabilitas tidak bisa dianggap remeh.
Presiden menyinggung konflik yang terjadi di kawasan Eropa, khususnya perang di Ukraina, serta meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, meskipun Indonesia secara geografis berada jauh dari wilayah konflik tersebut, dampaknya tetap dapat dirasakan karena dunia saat ini semakin terhubung.
“Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tetapi bumi kita sekarang seakan menjadi kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan memengaruhi kawasan lain,” kata Prabowo.
Pernyataan Presiden tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan nasional tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga integritas dan tanggung jawab dari para pemimpin serta aparatur negara.
Di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, Prabowo menilai Indonesia harus memperkuat tata kelola pemerintahan dan memastikan setiap pejabat bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan negara. (red/ria)












