Saiful Huda Ems: Peluang Bahlil Maju Pilpres 2029 Sangat Kecil, Gibran Dinilai Punya Ambisi Lebih Besar

oleh

SUARASMR.NEWS – Pengamat politik Saiful Huda Ems (SHE) menilai peluang Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029 sangat kecil, meskipun berbagai upaya untuk meningkatkan popularitasnya dinilai terus dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan SHE saat menanggapi pertanyaan suarasmr.news terkait isu yang berkembang mengenai kemungkinan Bahlil maju sebagai calon presiden dan peluang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.

banner 720x1000

Menurut SHE, tingginya popularitas tidak otomatis berbanding lurus dengan elektabilitas. Ia menilai sejumlah kebijakan yang pernah dikaitkan dengan Bahlil justru menimbulkan kritik dari masyarakat sehingga berpotensi memengaruhi tingkat keterpilihannya di masa depan.

Selain itu, SHE menyoroti proses naiknya Bahlil ke kursi Ketua Umum Partai Golkar yang menurutnya masih menyisakan dinamika politik internal. Kondisi tersebut, kata dia, dapat berdampak pada soliditas dukungan kader apabila Bahlil benar-benar maju dalam kontestasi politik nasional mendatang.

“Popularitas belum tentu berujung pada dukungan politik yang kuat. Dalam politik, penerimaan publik dan dukungan internal partai menjadi faktor yang sangat menentukan,” ujar SHE, Rabu (10/6/2026)

Lebih lanjut, SHE menilai Bahlil selama ini dikenal sebagai sosok yang berada dalam lingkaran politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.

Karena itu, ia menganggap sulit membayangkan Bahlil maju berhadapan langsung dengan Prabowo apabila mantan Menteri Pertahanan tersebut kembali menjadi kandidat pada 2029.

banner 720x1000

Di sisi lain, SHE melihat Gibran Rakabuming Raka memiliki ambisi politik yang cukup besar untuk menjadi calon presiden pada pemilu berikutnya.

Namun, menurutnya, jika skenario itu terjadi, Gibran kemungkinan akan mencari pasangan yang memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang lebih tinggi untuk memperkuat peluang kemenangan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri Batal Menghadiri Acara Sarasehan BPIP

SHE juga menyebut sejumlah nama lain yang dinilai memiliki potensi lebih besar untuk masuk dalam kalkulasi politik menuju Pilpres 2029.

Tak hanya membahas figur, SHE turut menyoroti kondisi ekonomi dan dinamika politik nasional yang menurutnya akan menjadi faktor penentu arah politik menjelang 2029.

Ia menilai berbagai persoalan ekonomi, daya beli masyarakat, hingga isu tata kelola pemerintahan akan memengaruhi peta dukungan publik terhadap para tokoh politik nasional.

“Peta politik 2029 masih sangat cair. Banyak faktor yang bisa mengubah konstelasi politik nasional dalam beberapa tahun ke depan,” kata SHE.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh prediksi politik saat ini masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan situasi nasional menjelang pesta demokrasi lima tahunan tersebut. (red/akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *