Megawati Bongkar Fakta Hubungannya Dengan Prabowo, Saya Bukan Musuh nya 

oleh

SUARASMR.NEWS, BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, akhirnya angkat bicara terkait berbagai spekulasi politik yang selama ini mencoba membenturkan dirinya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pidato penuh semangat saat meresmikan renovasi Istana Gebang dan Patung Bung Karno di Blitar, Senin (15/6/2026), Megawati menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Prabowo tetap terjalin baik dan penuh persahabatan.

banner 720x1000

“Pak Prabowo sama saya bersahabat. Saya bukan musuh dia, itu teman saya,” tegas Megawati di hadapan ribuan kader dan simpatisan yang memadati halaman Istana Gebang, Senin (15/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban keras terhadap berbagai isu yang selama ini berusaha menciptakan kesan adanya pertarungan politik antara dua tokoh nasional tersebut.

Megawati bahkan mengingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja ingin membenturkan dirinya dengan Presiden Prabowo.

Harga Melambung, Mega Soroti Keluhan Rakyat: Di tengah suasana politik nasional yang dinamis, Megawati justru memilih menyoroti persoalan yang menurutnya jauh lebih penting: kondisi ekonomi rakyat.

Dengan nada prihatin, Megawati mengungkap laporan mengenai harga cabai yang di sejumlah daerah mencapai angka fantastis hingga Rp180 ribu per kilogram. Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai mandiri dengan menanam cabai di pekarangan rumah.

banner 720x1000

“Harga-harga sudah naik. Saya dapat laporan di daerah timur cabai sampai Rp180 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut langsung menggambarkan realitas yang kini dihadapi masyarakat di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok yang semakin membebani kehidupan sehari-hari.

Kritik Lewat Jalur Konstitusi: Meski mengakui kondisi ekonomi yang semakin berat, Megawati menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah harus dilakukan melalui mekanisme yang benar dan sesuai etika politik.

Baca Juga :  Prabowo Menggebrak PBB: 8 Kali Hentakkan Meja, 8 Kali Tepuk Tangan Meriah

Sebagai partai yang berada di luar pemerintahan, PDI Perjuangan memilih menyampaikan aspirasi rakyat melalui jalur konstitusional, yakni melalui anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

“Dalam negara hukum ada tata cara, ada etika dan moral. Semua harus dilakukan sesuai aturan,” ujarnya.

Petani Jadi Sorotan, Mega Ingatkan Ancaman Krisis Pangan: Tak hanya berbicara soal harga cabai, Megawati juga menaruh perhatian besar terhadap nasib petani yang disebutnya sebagai “Soko Guru” bangsa.

Mengutip ajaran Bung Karno tentang Marhaenisme, Megawati kembali mengingatkan pentingnya kedaulatan pangan nasional.

Ia bahkan menegur kader-kader partainya yang dinilai belum maksimal menjalankan instruksi penanaman tanaman pangan pendamping beras yang telah dikeluarkan sejak 2021.

Dengan penuh semangat, Megawati menyerukan agar seluruh elemen bangsa tidak mengabaikan persoalan pangan karena urusan perut rakyat adalah fondasi utama stabilitas negara.

Pesan Keras dari Blitar: Pidato Megawati di Kota Blitar tidak hanya menjadi penegasan soal hubungan baiknya dengan Presiden Prabowo, tetapi juga menjadi alarm keras bagi semua pihak tentang kondisi ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat.

Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, Megawati mengingatkan bahwa politik sejatinya harus kembali pada tujuan utama: memastikan rakyat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Nomor satu untuk rakyat adalah makanan,” tegas Megawati, mengutip pesan Bung Karno yang menurutnya tetap relevan di tengah tantangan ekonomi saat ini. (red/arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *