Menkes Ungkap 10 Persen Anak Indonesia Terindikasi Masalah Serus Akibat Paparan Digital

oleh
banner 468x60

SUARASMR.NEWS – Kekhawatiran terhadap dampak dunia digital pada generasi muda kian menguat. Budi Gunadi Sadikin memperingatkan bahwa penggunaan media sosial dan paparan layar secara berlebihan telah memicu masalah serius pada kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia.

Data terbaru dari program cek kesehatan gratis yang digelar pemerintah mengungkap fakta mengejutkan: hampir 10 persen anak yang diperiksa menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa, mulai dari kecemasan hingga depresi.

banner 719x1003

“Data kepentingan kesehatan melalui program cek kesehatan gratis menunjukkan hampir 10 persen anak yang diperiksa memiliki indikasi masalah kesehatan jiwa. Dengan ratusan ribu anak mengalami kecemasan dan depresi,” ujar Menkes dalam rilis video yang diterima suarasmr.news, Jumat (13/3/2026).

Paparan Layar Berlebih Picu Kecanduan Digital: Menurut Menkes, kondisi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak, mulai dari orang tua, sekolah, hingga pemerintah. “Ini adalah alarm yang serius bagi kita semua,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa paparan layar yang terlalu lama dapat memicu kecanduan digital pada anak. Dampaknya bukan hanya pada psikologis, tetapi juga pada perkembangan fisik dan kognitif.

“Paparan layar yang berlebihan mampu memicu kecanduan digital yang mengakibatkan terganggunya perkembangan kognitif, menurunkan aktivitas fisik hingga kualitas tidur pada anak-anak,” jelasnya.

Pemerintah Perketat Aturan Ruang Digital Anak: Sebagai langkah perlindungan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penguatan regulasi digital, termasuk PPP Tunas dan Permen Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

banner 484x341

Regulasi ini diharapkan menjadi langkah nyata negara dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak. “Regulasi ini hadir bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan untuk menciptakan batasan yang aman,” kata Menkes.

Menjaga Masa Depan Generasi: Meski teknologi tetap memiliki manfaat besar bagi pendidikan dan perkembangan anak, pemerintah menekankan pentingnya penggunaan yang bijak dan terkontrol.

Baca Juga :  Awas Penipuan: Jaga Kerahasiaan Data Pribadi di tengah Peningkatan Kejahatan Siber

Dengan pembatasan yang tepat, anak-anak tetap dapat memanfaatkan teknologi tanpa harus terjebak dalam dampak negatifnya. “Melindungi kesehatan anak hari ini berarti menjaga masa depan anak cucu,” tutup Menkes.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi, tantangan kesehatan mental generasi muda kini semakin nyata dan membutuhkan perhatian bersama. (red/akha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *