SUARASMR.NEWS – Di tengah kesibukan dan gempuran gadget, tradisi sederhana mendongeng sebelum tidur kembali mendapat perhatian sebagai salah satu cara efektif membangun kedekatan antara orang tua dan anak.
Kegiatan yang tampak sepele ini ternyata menyimpan segudang manfaat bagi tumbuh kembang si kecil menuju dewasa.
Mendongeng sebelum tidur bukan hanya sekadar pengantar lelap, tetapi juga menjadi momen emas untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan.
Melalui cerita, anak belajar tentang kejujuran, keberanian, hingga empati dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
“Dongeng membantu merangsang imajinasi anak sekaligus memperkaya kosakata mereka,” ujar seorang praktisi pendidikan anak.
Ia menambahkan, anak yang rutin dibacakan cerita cenderung memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik serta daya pikir yang lebih kreatif.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga mampu mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Suara lembut, sentuhan hangat, serta kebersamaan menjelang tidur menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak, yang berdampak positif pada kualitas tidur mereka.
Menariknya, mendongeng tidak harus menggunakan buku mahal atau cerita yang rumit. Orang tua bisa menciptakan cerita sederhana, bahkan dari pengalaman sehari-hari. Hal terpenting adalah cara penyampaian yang penuh ekspresi dan kasih sayang.
Dengan berbagai manfaat tersebut, mendongeng sebelum tidur layak menjadi rutinitas yang dihidupkan kembali di setiap keluarga. Sebab dari cerita sederhana di malam hari, tumbuh generasi yang cerdas, berkarakter, dan penuh imajinasi.
Dalam artikel berjudul The Role of Bedtime Storytelling for Optimizing Early Childhood Communication Skills, dari penelitian yang dilakukan Astri Dwi Andriani, mendongeng sebelum tidur terbukti memiliki banyak manfaat bagi anak. Beberapa di antaranya adalah:
1. Melatih daya imajinasi: Cerita dalam dongeng sering menghadirkan dunia imajinatif, misalnya hewan yang bisa berbicara dan berperilaku seperti manusia. Anak akan belajar menghayati perasaan tokoh dalam cerita dan seolah-olah ikut mengalami kisah tersebut.
2. Mempererat anak dan hubungan orang tua: Saat mendongeng, terjalin komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak melalui kata-kata, ekspresi, pelukan, atau senyuman. Hal ini membuat anak merasa diperhatikan dan disayang, sehingga kedekatan emosional dengan orang tua semakin kuat.Advertisement
3. Menambah pengetahuan: Beragam dongeng dapat memperkaya wawasan anak, mulai dari legenda yang mengenalkan nama tempat, fabel yang mengenalkan dunia binatang, hingga kisah tokoh pahlawan atau nabi.
4. Melatih konsentrasi: Ketika mendengarkan dongeng, anak belajar memusatkan perhatian pada alur cerita, gambar, atau properti yang digunakan orang tua. Bahkan, ketika diberi pertanyaan sederhana terkait cerita, anak terdorong untuk lebih fokus dan berpikir.
5. Memperluas perbendaharaan kata: Bila orangtua membiasakan diri membacakan buku secara berulang, kosakata dalam dongeng akan terserap dalam memori anak. Semakin bertambah usia, anak akan semakin lancar untuk berbicara dan terhindari dari kondisi terlambat bicara.
Otaknya akan terus dirangsang untuk memperkaya kata dan gaya bahasa yang berbeda-beda, sehingga bisa mendukung perkembangan bahasa anak.
6. Menanamkan nilai moral: Pada saat mendengarkan dongeng anak dapat menikmati cerita dongeng yang disampaikan, sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung dalam cerita dongeng tanpa diberitahu secara langsung oleh pendongeng.
Tentu, dongeng yang dibacakan harus memuat nilai-nilai kebaikan untuk anak. Dengan berbagai manfaat tersebut, mendongeng sebelum tidur layak menjadi rutinitas yang dihidupkan kembali di setiap keluarga.
Sebab dari cerita sederhana di malam hari, tumbuh generasi yang cerdas, berkarakter, dan penuh imajinasi dimasa depan mereka. (red/akha)











