SUARASMR.NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tulungagung kembali menggelar rapat paripurna penting terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Senin (4/5/2026).
Dalam forum tertinggi legislatif daerah ini, berbagai catatan tajam dan rekomendasi strategis disampaikan langsung kepada Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.
Rapat yang dihadiri jajaran lengkap anggota dewan, kepala OPD, hingga para camat tersebut menjadi panggung evaluasi besar arah pembangunan Tulungagung ke depan.
Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, menegaskan ada tiga sektor krusial yang harus menjadi prioritas mendesak: Universal Health Coverage (UHC), infrastruktur, dan pendidikan.
“Tiga poin ini tidak bisa ditawar, harus jadi prioritas utama,” tegasnya lantang.
Namun, di balik tiga sektor vital itu, DPRD juga menyoroti isu yang tak kalah sensitif: kesejahteraan masyarakat dan efektivitas anggaran.
Marsono mengingatkan bahwa regulasi seperti Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah dan Permendagri Nomor 15 Tahun 2023 telah mengatur batas belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.
Faktanya, kondisi APBD Tulungagung saat ini masih melampaui ambang batas tersebut.
“Kita harus kompak antara legislatif dan eksekutif agar anggaran benar-benar efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.
Dalam isu krusial ketenagakerjaan, DPRD juga memberikan penegasan tegas terkait nasib PPPK. Marsono menolak keras adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pengurangan gaji.
“Penyesuaian boleh, tapi jangan sampai ada PHK. Itu melanggar HAM,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati Ahmad Baharudin memastikan seluruh rekomendasi DPRD akan dijadikan pijakan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan di tahun 2026.
“Semua catatan ini menjadi dasar kami untuk meningkatkan pelayanan publik dan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kritik konstruktif dari DPRD, sekaligus mengakui masih adanya kekurangan dalam penyusunan LKPJ 2025.
Di akhir pernyataannya, Baharudin mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Tulungagung yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan.
“Sinergi adalah kunci. Kita harus bergerak bersama untuk masa depan Tulungagung yang lebih baik,” pungkasnya. (red/budi)










