HABIB JAFAR GUNCANG LAYAR LEBAR, ‘Seni Merayu Tuhan’ Ajak Anak Muda Mencari Makna Hidup

oleh

SUARASMR.NEWS JAKARTA – Pendakwah muda Habib Jafar membuat gebrakan besar dengan membawa dakwah ke layar lebar melalui film Seni Merayu Tuhan. Film yang diadaptasi dari buku best seller karyanya itu disebut bukan sekadar tontonan, melainkan media dakwah yang mengajak penonton merenungi arti kehidupan.

Habib Jafar mengungkapkan dirinya terlibat penuh sejak tahap awal pengembangan film. Mulai dari perumusan ide hingga mengawal proses penyusunan naskah yang mencapai 14 draf, ia memastikan setiap adegan tetap sejalan dengan visi dan nilai yang terkandung dalam bukunya.

banner 720x1000

“Ini bukan hanya soal membuat film, tetapi menghadirkan dakwah yang utuh melalui bahasa sinema,” tegasnya.

Menurut Habib Jafar, misi utamanya bukan mengejar kesuksesan di bioskop, melainkan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menemukan makna hidup di tengah berbagai ujian dan kehilangan.

Ia mengaku terinspirasi oleh buku Man’s Search for Meaning karya Viktor Frankl, yang mengangkat pentingnya menemukan makna dalam setiap peristiwa kehidupan.

Habib Jafar juga mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan dakwah melalui film pernah menjadi pembahasan bersama Mustofa Bisri dan M. Quraish Shihab.

Baginya, lahirnya Seni Merayu Tuhan menjadi salah satu puncak dari mimpi menghadirkan pesan-pesan keagamaan melalui medium perfilman.

banner 720x1000

Sementara itu, produser Salman Aristo menyebut film ini mengisahkan perjalanan Hikmah, seorang anak muda yang harus bangkit setelah kehilangan ibunya.

Cerita tersebut dibalut dengan tema keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, hingga pencarian jati diri yang dinilai sangat dekat dengan realitas generasi muda masa kini.

Disutradarai oleh Cesa David Luckmansyah, film ini dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Arie Kriting, Onadio Leonardo, serta sejumlah nama lainnya. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus.

Baca Juga :  Film Sukma: Horor Baru Baim Wong, Luna Maya Diburu Cermin Terkutuk

Tak berhenti di dunia perfilman, Habib Jafar bersama rumah produksi juga menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Mizan Pustaka untuk menghidupkan kembali budaya membaca di Indonesia.

Mengutip pesan Tan Malaka, Habib Jafar menegaskan bahwa masa depan bangsa akan tetap terjaga selama buku dan perpustakaan terus hidup, karena literasi adalah fondasi utama kemajuan sebuah negara. (red/niluh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *