SUARASMR.NEWS JAKARTA – Aktivis dan pengamat sosial-politik Saiful Huda Ems menilai pergantian rezim merupakan salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang saat ini dihadapi bangsa.
Menurutnya, perubahan mendasar akan sulit terwujud apabila sistem kekuasaan yang ada tetap dipertahankan tanpa koreksi yang signifikan.
Dalam keterangannya, Saiful mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan dan perangkat hukum saat ini dinilai lebih banyak menguntungkan kelompok-kelompok tertentu yang dekat dengan pusat kekuasaan.
“Kalau rezim tidak berubah, maka perubahan yang diharapkan rakyat akan sangat sulit tercapai. Banyak instrumen yang menurut saya sudah didesain untuk melindungi kepentingan elite tertentu, sementara perputaran ekonomi hanya dinikmati segelintir kelompok,” ujar Saiful, Sabtu (29/8/2026).
Ia juga menyoroti fenomena sejumlah aktivis yang menurutnya mulai mendekat ke lingkaran kekuasaan. Kondisi tersebut, kata dia, membuat suara kritis terhadap pemerintah semakin berkurang.
“Saya melihat banyak aktivis yang dulunya keras mengkritik, kini memilih merapat ke pusat kekuasaan. Akibatnya, gerakan kontrol terhadap pemerintah menjadi semakin lemah,” katanya.
Selain itu, Saiful menilai sebagian tokoh agama dan akademisi yang sebelumnya aktif menyuarakan kritik kini tidak lagi menunjukkan sikap yang sama. Menurutnya, keberanian untuk menjaga independensi dan marwah gerakan sosial harus tetap dipertahankan.
“Akademisi memang masih banyak yang menyampaikan kritik, tetapi sering kali kritik tersebut tidak cukup kuat untuk mendorong perubahan karena terbentur oleh kekuatan politik dan kepentingan yang lebih besar,” ujarnya.
Meski demikian, Saiful mengaku tetap optimistis bahwa suara rakyat tidak akan pernah benar-benar hilang. Ia meyakini bahwa setiap ketidakadilan pada akhirnya akan melahirkan perlawanan dari masyarakat.
“Kita boleh kecewa, boleh geram, tetapi jangan putus asa. Rawat terus semangat untuk memperjuangkan keadilan. Sejarah menunjukkan bahwa tidak ada kekuasaan yang abadi, dan setiap rezim pasti menghadapi ujian dari konflik kepentingan di dalamnya sendiri,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Saiful mengajak masyarakat untuk tetap menjaga optimisme dan keyakinan terhadap nilai-nilai kebenaran.
“Kebenaran tidak akan pernah mati. Selama masih ada rakyat yang berharap pada keadilan, selama itu pula semangat perjuangan akan tetap hidup,” pungkasnya. (red/akha)










