SUARASMR.NEWS JAKARTA – Nama kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Isyana Bagoes Oka, mendadak menjadi sorotan setelah turut hadir memenuhi undangan Presiden terpilih Prabowo Subianto di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).
Kehadiran Isyana di kediaman Prabowo langsung memunculkan spekulasi politik. Ia disebut-sebut masuk dalam radar calon menteri yang dipersiapkan untuk mengisi kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dalam lima tahun mendatang.
Meski demikian, hingga saat itu belum ada kepastian mengenai kementerian yang kemungkinan akan dipercayakan kepada mantan model, jurnalis, dan politisi tersebut.
Kehadiran sejumlah tokoh di rumah Prabowo menjadi salah satu perhatian publik menjelang agenda pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober. Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan proses penyusunan komposisi pemerintahan yang tengah berlangsung.
Siapa Isyana Bagoes Oka? : Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka lahir di Jakarta, 13 September 1980. Namanya dikenal luas melalui kiprahnya di dunia modeling, jurnalistik, televisi, hingga politik.
Sebelum terjun ke dunia politik, Isyana lebih dari satu dekade malang melintang di industri media nasional. Ia merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) dan menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 2003.
Karier jurnalistiknya dimulai sebagai reporter di Trans TV. Sekitar setahun kemudian, ia bergabung dengan TV7, yang kini dikenal sebagai Trans7. Selain melakukan peliputan, Isyana juga dipercaya menjadi pembawa acara berita.
Kariernya terus menanjak. Pada 2007, ia dipercaya menjadi produser berita program Seputar Indonesia sekaligus pembawa berita di RCTI.
Dalam perjalanan sebagai jurnalis, Isyana berkesempatan meliput sejumlah peristiwa penting dunia. Ia antara lain meliput Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2008, Tsunami Aceh, hingga Bom Bali II.
Bukan hanya meliput peristiwa besar, Isyana juga pernah mewawancarai sejumlah tokoh dunia. Di antaranya Presiden Amerika Serikat George W. Bush, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, serta sejumlah nama besar sepak bola seperti Pep Guardiola, Cesc Fabregas, Robert Pires dan Javier Zanetti.
Dari Istana hingga Panggung Politik : Pada 2013, Isyana bergabung dengan Metro TV. Ia mendapat tugas sebagai wartawan yang meliput aktivitas di Istana Presiden pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah meninggalkan Metro TV, kiprahnya di layar kaca terus berlanjut. Ia menjadi pembawa berita maupun pembawa acara talkshow di sejumlah stasiun televisi, termasuk Sindo TV, Kompas TV dan Fox Sports Asia.
Namun, perjalanan karier Isyana kemudian memasuki babak baru. Pada 2014, ia bersama Grace Natalie dan Raja Juli Antoni ikut menginisiasi berdirinya Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Setahun kemudian, Isyana resmi menjabat sebagai Ketua DPP PSI.
Keputusannya terjun ke politik disebut tidak terlepas dari sosok sang nenek, Gedong Bagoes Oka, yang pernah menjadi anggota DPR dan MPR sebagai Utusan Golongan Hindu.
Pernah Bertarung di Pemilu 2019 : Dalam Pemilu 2019, Isyana masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Pada pemilu legislatif tahun yang sama, ia juga maju sebagai calon anggota DPR RI dari PSI untuk daerah pemilihan Banten III, yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Isyana berhasil mengantongi 48.819 suara pribadi dan masuk jajaran 10 besar perolehan suara di dapil tersebut. Sementara total suara PSI di Banten III mencapai 130.010 suara.
Namun, langkahnya menuju Senayan terhenti setelah PSI secara nasional tidak memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
Tak Hanya Politik dan Jurnalistik. Di luar dunia jurnalistik dan politik, Isyana juga pernah menjajal dunia perfilman. Ia terlibat dalam sejumlah film, di antaranya “Habibie & Ainun” (2012) dan “2014: Siapa di Atas Presiden?” (2014).
Kini, nama Isyana kembali mencuat ke permukaan setelah hadir di kediaman Prabowo. Apakah pertemuan tersebut benar menjadi pintu masuk Isyana Bagoes Oka ke jajaran kabinet pemerintahan Prabowo? Jawabannya masih menunggu keputusan resmi.
Namun satu hal pasti, kehadirannya di Kertanegara telah membuat nama Isyana kembali menjadi sorotan dalam peta politik nasional. (red/niluh)












