SUARASMR.NEWS, JAKARTA – Tangis duka kembali menyelimuti keluarga korban hilangnya kapal cepat KM Arupadatu I. Jenazah Sukarman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) yang membawa rombongan jurnalis, tiba di Terminal Kargo Jenazah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kamis, 24 September 2026.
Jenazah Sukarman tiba sekitar pukul 07.35 WIB, setelah sebelumnya diterbangkan dari Bengkulu menggunakan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID6817.
Kedatangan jenazah langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Bupati Pandeglang Dewi Setiani turut menjemput dan memastikan proses pemulangan warga tersebut berjalan hingga ke kampung halaman.
Setibanya di Bandara Soetta, jenazah dibawa menuju Human Remains Transit Lounge untuk menjalani proses serah terima dari pihak Polda Bengkulu. Setelah seluruh proses selesai, jenazah kemudian diberangkatkan menuju kediamannya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
“Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Polda Bengkulu dan juga Polda Banten yang sudah memfasilitasi kepulangan warga kami. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” kata Dewi.
Dewi menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Sukarman. Ia juga mengapresiasi jajaran kepolisian yang telah membantu proses identifikasi hingga pemulangan jenazah ke daerah asal.
Pemkab Pandeglang, lanjutnya, memastikan akan mendampingi seluruh rangkaian pemulangan Sukarman hingga prosesi pemakaman.
“Kami akan mengantarkan sampai prosesi disholatkan dan juga dimakamkan. Kami akan terus dampingi,” ujarnya.
Dua Warga Masih Dalam Pencarian : Di tengah kepulangan jenazah Sukarman, pencarian terhadap dua warga lainnya yang masih belum ditemukan tetap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Dewi mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan operasi pencarian serta membuka koordinasi dengan tim penyelamat untuk memastikan harapan keluarga korban tetap diperjuangkan.
“Kami pemerintah daerah mempunyai juga tanggung jawab dan kewenangan tersendiri. Tapi kami menghormati semua keputusan yang sudah diambil oleh pihak-pihak dari Basarnas, TNI, Polri,” katanya.
Identitas Sukarman Dipastikan Lewat DNA : Kepastian identitas Sukarman sebelumnya disampaikan Polda Banten setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA.
Jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dinyatakan memiliki kecocokan genetik dengan data antemortem Sukarman.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan hasil pemeriksaan DNA menunjukkan jenazah dengan kode PM/62/P.Enggano/01 teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK KM Arupadatu I.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayat,” jelas Hengki.
Kapal Hilang Saat Bawa Rombongan Jurnalis : KM Arupadatu I sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Rombongan tersebut diketahui berangkat untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian kemudian dilakukan tim gabungan selama berhari-hari. Titik terang muncul ketika aparat kepolisian di Bengkulu menemukan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.
Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui proses identifikasi oleh tim DVI.
Bidang Dokkes Polda Banten mengirimkan data antemortem dan postmortem dari keluarga delapan korban yang hilang kontak. Tim DVI kemudian melakukan pencocokan sejumlah data primer, mulai dari sidik jari, data gigi, hingga pemeriksaan DNA
Hasil pemeriksaan tersebut akhirnya mengungkap identitas jenazah yang ditemukan di Enggano sebagai Sukarman.
Kini, jenazah Sukarman telah kembali ke tanah kelahirannya di Pandeglang. Sementara pencarian terhadap korban lainnya masih menjadi pekerjaan besar bagi tim gabungan dan menyisakan harapan bagi keluarga yang masih menunggu kabar kepulangan orang-orang tercinta. (red/hil)











