SUARASMR.NEWS, SURABAYA – Suasana Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menjadi saksi pertemuan penting antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan tiga tokoh penting Palestina, Minggu.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan persaudaraan Indonesia-Palestina sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih konkret di tengah perhatian terhadap kondisi masyarakat Palestina.
Tiga tokoh Palestina yang hadir yakni Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan dan Islam Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Mohammad Ahmed Mohammed Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah Ahmed Khalil Al-Sattari.
Khofifah menegaskan, Palestina memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat Jawa Timur, bukan hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga melalui ikatan emosional dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
“Bagi Jawa Timur, Palestina bukanlah sesuatu yang jauh. Ada kedekatan emosional, keagamaan, dan kemanusiaan yang selama ini tumbuh kuat di tengah masyarakat kita,” ujar Khofifah.
Menurutnya, kehadiran para tokoh Palestina tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat tali persaudaraan yang selama ini telah terbangun antara masyarakat Jawa Timur dan Palestina.
Hubungan tersebut, kata Khofifah, tidak sebatas komunikasi antarlembaga. Dukungan masyarakat juga tumbuh melalui doa, kepedulian dan semangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Dari Jawa Timur, kami ingin terus membangun ruang-ruang persaudaraan yang membawa pesan perdamaian dan kemanusiaan. Semoga dari pertemuan ini lahir semakin banyak kebaikan untuk masyarakat Indonesia dan Palestina,” katanya.
Khofifah juga menilai kehadiran Imam Besar Masjid Al-Aqsa Mohammad Ahmed Mohammed Hussein memiliki makna tersendiri.
Masjid Al-Aqsa, menurut Khofifah, memiliki kedudukan penting bagi umat Islam sekaligus menjadi salah satu simbol yang menghubungkan umat Islam di berbagai penjuru dunia.
Dalam pertemuan itu, Khofifah turut menyampaikan doa bagi masyarakat Palestina, khususnya warga Gaza, yang masih menghadapi situasi sulit.
“Terima kasih atas kunjungannya di Jawa Timur. Mudah-mudahan pertemuan yang akan datang bisa lebih produktif lagi,” kata Khofifah.
Ia berharap masyarakat Palestina, terutama warga Gaza, diberikan kekuatan untuk menghadapi situasi yang ada.
“Mudah-mudahan masyarakat Palestina, terutama yang ada di Gaza, Allah anugerahkan kesehatan, kekuatan, kesabaran, dan terus bisa bangkit menempuh kehidupan yang penuh kemuliaan dari Allah SWT,” lanjutnya.
Khofifah juga menegaskan komitmennya bersama masyarakat Jawa Timur untuk terus mendoakan perdamaian dan kebaikan bagi Palestina.
Sementara itu, Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash menyampaikan apresiasi atas sambutan Khofifah dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Palestina.
Selain membahas hubungan kedua masyarakat, Alhabbash juga menyampaikan perkembangan kondisi yang dihadapi masyarakat Palestina.
“Hari ini kami merasa terhormat sekali, utamanya karena sambutan Gubernur Jawa Timur untuk kunjungan kami,” ujar Alhabbash.
Menurut dia, dalam pertemuan tersebut pihak Palestina menjelaskan kondisi masyarakat Palestina serta penderitaan yang mereka alami akibat konflik dan pendudukan yang disebutnya sebagai penjajahan.
Alhabbash menegaskan bahwa rakyat Palestina akan tetap mempertahankan keberadaan Palestina dan memperjuangkan tanah airnya.
“Kami yakinkan kepada Ibu Gubernur dan para yang hadir dalam pertemuan ini bahwa kami akan tetap mempertahankan Palestina. Kami tidak akan keluar dari Palestina dan kami tetap memperjuangkan Palestina tetap ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan masyarakat Palestina di tanah tersebut telah berlangsung selama ribuan tahun sehingga perjuangan mempertahankan Palestina akan terus dilakukan.
Pertemuan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tersebut juga membahas peluang kerja sama serta kemungkinan merealisasikan sejumlah program yang dapat mendukung kepentingan masyarakat Palestina.
Alhabbash berharap komunikasi yang telah terbangun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak berhenti pada pertemuan diplomatik semata.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Palestina diharapkan semakin kuat, tidak hanya di tingkat pemerintah dan pemimpin, tetapi juga di antara masyarakat kedua negara.
Pertemuan tersebut pun menjadi ruang untuk mempertemukan pesan persaudaraan, kepedulian kemanusiaan dan harapan akan perdamaian.
Dari Surabaya, Jawa Timur, hubungan Indonesia-Palestina kembali ditegaskan melalui sebuah pertemuan yang membawa satu pesan utama, persaudaraan harus terus dirawat dan kepedulian terhadap kemanusiaan tidak boleh berhenti. (red/agus)











