Perempuan Harus Bangkit, Psikolog UI: Teladani Semangat R.A. Kartini untuk Jadi Lebih Berdaya

oleh
banner 728x90

SUARASMR.NEWS – Perempuan Indonesia didorong untuk terus bangkit, mandiri, dan berdaya tanpa tekanan dari siapapun di tengah berbagai tantangan zaman.

Guru Besar Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, menegaskan pentingnya perempuan mengembangkan diri agar mampu menghadapi persoalan hidup secara kritis dan kreatif.

banner 719x1003

Dalam keterangannya, sosok yang akrab disapa Prof. Romy itu menyebut semangat Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan hingga saat ini. Kartini dinilai sebagai simbol perjuangan perempuan dalam meraih pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.

“Perempuan harus terus belajar, tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga non-formal. Membaca, mengikuti perkembangan informasi, itu penting untuk membangun pola pikir yang kritis,” ujar Prof. Romy saat dihubungi suarasmr.news, Jumat (24/42026).

Ia menekankan bahwa pengetahuan, wawasan, dan keterampilan adalah kunci utama agar perempuan mampu bertahan dan berkembang di lingkungan yang belum sepenuhnya ramah terhadap mereka.

Dengan bekal tersebut, perempuan dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan menemukan solusi terbaik.

Lebih jauh, Prof. Romy menyoroti pentingnya pendidikan sejak dini, terutama dalam keluarga. Orang tua disebut memiliki peran vital dalam membentuk karakter anak, termasuk kemampuan memilah informasi baik dan buruk yang beredar di era digital.

banner 719x1003

“Nilai moral harus ditanamkan sejak awal. Anak perempuan perlu dibekali kemampuan untuk memilih mana yang benar dan mana yang tidak,” tegasnya.

Tak hanya itu, kemampuan berbicara secara asertif juga dinilai krusial. Menurutnya, perempuan yang mampu menyampaikan pikiran dan perasaannya dengan tegas akan lebih terlindungi dari intimidasi maupun kekerasan.

Dalam sorotannya, Prof. Romy juga mengungkap masih banyak perempuan yang enggan melapor saat menjadi korban kekerasan. Salah satu penyebabnya adalah ketergantungan terhadap pelaku.

Baca Juga :  Eks Menag Suryadharma Ali Tutup Usia, PPP dan Dunia Politik Berduka

“Kalau perempuan mandiri, ketergantungan itu bisa dikurangi. Mereka akan lebih berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri,” jelasnya.

Ia pun berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang kuat, mandiri, dan mampu berkembang, melanjutkan semangat perjuangan Kartini di era modern.

“Perempuan kuat bukan hanya bertahan, tapi mampu bangkit dan menentukan arah hidupnya sendiri tanpa tekanan siapapun, ” pungkasnya. (red/akha)

banner 719x1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *