Emosi Perempuan Saat Menstruasi: Bukan Sekadar “Baper”, Ini Penjelasan Ilmiahnya

oleh
banner 728x90

SUARASMR.NEWS — Perubahan emosi yang dialami perempuan saat menstruasi kerap disalahpahami sebagai sekadar “perubahan suasana hati”.

Padahal, menurut psikiater Elvine Gunawan, kondisi tersebut erat kaitannya dengan dinamika hormon dan kerja kimia otak yang kompleks.

banner 719x1003

Dalam sebuah diskusi memperingati Hari Kartini, ia menjelaskan bahwa fluktuasi hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi berpengaruh langsung terhadap neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin zat penting yang mengatur emosi dan motivasi.

“Memasuki awal menstruasi, kadar estrogen menurun. Ini berdampak pada serotonin dan dopamin, sehingga perempuan bisa menjadi lebih sensitif secara emosional,” ungkapnya.

Tak hanya itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pada fase awal menstruasi, perempuan cenderung lebih peka terhadap ekspresi wajah maupun respons sosial orang lain. Akibatnya, situasi yang sebenarnya netral bisa terasa lebih tajam atau bahkan negatif.

Kondisi ini, lanjutnya, sering memicu stigma di masyarakat mulai dari anggapan perempuan “mudah marah” hingga “terlalu sensitif”. Padahal, perubahan tersebut merupakan proses biologis alami, bukan kelemahan.

Seiring berjalannya siklus, kadar estrogen akan kembali meningkat setelah fase menstruasi berlalu. Hal ini turut menstabilkan kembali neurotransmiter di otak, sehingga kondisi emosional perempuan pun berangsur membaik.

banner 719x1003

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran lingkungan terdekat termasuk pasangan dan keluarga untuk memahami kondisi ini. Komunikasi terbuka dan empati dinilai menjadi kunci untuk menghindari konflik yang tidak perlu.

“Empati bukan hanya soal kata-kata, tapi juga tindakan nyata dan pemahaman bahwa ini adalah proses biologis yang dialami setiap perempuan,” tegasnya.

Edukasi tentang menstruasi pun dinilai perlu dimulai dari rumah, guna menghapus stigma dan membangun dukungan yang lebih sehat.

Sebab pada akhirnya, perubahan emosi saat menstruasi adalah bagian dari mekanisme tubuh yang wajar dan perlu dipahami bersama, bukan dihakimi. (red/niluh)

banner 719x1003
Baca Juga :  "Sound Horeg" Ancaman Serius untuk Telinga, Jantung, dan Kesehatan Mental Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *